Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Inspirasi

Otak Terasa Panas? Ini Cara Mengatasi Burnout Kerja

by Lakuuu 29 December 2021

burnout-kerja
Penasaran kenapa sekarang semakin banyak orang yang mencari cara mengatasi burnout kerja? Hal ini didasari oleh padatnya aktivitas atau tugas seseorang yang membuat beban pada pikirannya overload.

Situasi seperti ini dapat membuat Sobat Lakuuu merasa dua kali lebih lelah, hingga bahkan menurunkan performa individu selama bekerja. Tentunya akan sangat disesalkan bila sebelumnya memiliki pencapaian yang baik.

Faktor penat selama bekerja dengan cara monoton tanpa jeda bukanlah kali pertama terjadi. Setiap orang pernah merasakannya, tergantung dari bagaimana cara menyikapi dan mencari jalan keluar tepat untuk mengatasinya.

Tidak perlu memutuskan untuk keluar dari pekerjaan Sobat Lakuuu, karena burnout adalah reaksi tubuh, berupa mental dan kesehatan untuk lebih diperhatikan. Memilih meninggalkan rutinitas sejenak bukanlah suatu kesalahan.

Apa yang Dimaksud Burnout Kerja?

Merasa tertekan, lelah, mudah panik, sering marah dan bahkan kesehatan semakin lama menurun, bisa jadi Sobat Lakuuu mengalami burnout kemudian berakhir stress. Tentunya seseorang harus dipaksa untuk keluar dari masalah jika terdesak.

Dan hal itu mungkin bisa membuat Sobat Lakuuu lebih terlatih atau beradaptasi dengan sekitar. Tetapi, jika dibiarkan berlarut-larut tentu akan menjadi persoalan baru untuk diri sendiri.

Sebelum masuk ke dalam cara mengatasi burnout kerja, kami akan menjelaskan terlebih dahulu pengertiannya. Kata kuncinya adalah mengenai rutinitas.

Burnout terjadi karena adanya dorongan untuk beristirahat dari dalam tubuh dan pikiran, namun tuntutan pekerjaan juga tanggung jawab tidak bisa ditinggalkan. Ingin mengeluh, tetapi hanya semakin meningkatkan tekanan.

Ini membuat seseorang stress berat. Merasa tidak puas dengan diri sendiri berakibat menurunnya performa individu. Umumnya, burnout lebih sering menghampiri Sobat Lakuuu yang begitu ambisius dan ingin mengejar ekspektasinya.

Kurang menjaga diri hanya akan menjadi bumerang dan menjatuhkan kesempatan untuk meningkatkan prestasi kerja. Bila sudah merasa tidak nyaman, sebaiknya segera mencari cara untuk mengatasi burnout.

Berikut Ini Cara Mengatasi Burnout Kerja

Jangan khawatir dengan masa jenuh selama proses bekerja ini, karena bukan berarti tidak memiliki solusinya. Untuk mengatasinya perlu Sobat Lakuuu ketahui caranya yang sangat sederhana. Berikut penjelasannya:

1.  Membagi Prioritas Pekerjaan

Pekerjaan bertumpuk tanpa adanya pembagian prioritas dapat mempercepat tingkat stress seseorang. Ini dikarenakan tekanan setiap tugas kerjanya dibagi secara merata.

Namun, jika Sobat Lakuuu memilih mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, dilihat dari deadline, urgent, atau banyaknya materi, bisa lebih mempermudah menyelesaikan. Bisa dikatakan ini semacam permainan sugesti. Seseorang akan mudah panik jika menyadari bahwa hal yang dilakukan sangat banyak tanpa jeda sedikit saja.

Namun, dengan menyusunnya secara terjadwal dan terorganisir dapat sedikit meningkatkan rasa tenang. Karena ternyata Sobat Lakuuu memiliki cukup banyak waktu senggang.

2.  Berikan Reward untuk Diri Sendiri

Cara mengatasi burnout selanjutnya adalah memberikan rewards untuk diri sendiri. Penting bagi Sobat Lakuuu untuk bisa memanjakan pikiran dan tubuh masing-masing.

Anggaplah sebagai rasa terima kasih karena telah bertahan hingga saat ini. Melewati berbagai kendala yang berhasil diselesaikan. Sebuah pencapaiannya harus dirayakan dengan ‘me time’ atau dengan orang-orang terdekat.

3.  Menurunkan Ambisi dan Ekspektasi Sedikit Lebih Rendah

Perlu diperhatikan lagi sejauh apa Sobat Lakuuu telah melangkah. Apakah puas? Atau masih harus terus maju? Pemikiran ini berguna untuk menentukan posisi saat ini.

Sifat ambisius tentunya membawa pengaruh positif bagi perubahan diri, mudah termotivasi dan pantang menyerah. Namun harus dilihat dari kesanggupan dalam masing-masing jenjang prosesnya.

Jika sudah merasa pada titik lelah tertinggi, maka tidak ada salah nya menurunkan sedikit ekspektasi Sobat Lakuuu. Mengistirahatkan tenaga yang dikumpulkan untuk langkah selanjutnya.

4.  Melihat dari Sisi Pencapaian.

Jangan menutup mata pada pencapaian saat ini dan terus mengejar yang belum didapat. Merasa banggal, kemudian berikan diri sendiri rewards. Berguna untuk menumbuhkan semangat bila sempat terkuras.

Cobalah untuk lebih sedikit menghargai performa kerja yang berhasil dipertahankan. Meski hasilnya belum bisa memenuhi ekspektasi terbesar Sobat Lakuuu.

5.  Sehat yang Seimbang antara Tubuh dan Pikiran.

Meditasi mungkin dapat menjadi salah satu cara mengatasi burnout yang tepat. Merilekskan pikiran dan tubuh dengan berpergian ke tempat asri seperti wisata alam, atau pegunungan bisa dijadikan pilihan.

Ajaklah keluarga atau orang terdekat. Bertukar keluh kesah dan berbagi pikiran mampu menurunkan tingkat stress seseorang.

6.  Sesekali Berani Speak Up dengan Atasan

Terkesan menakutkan, namun memang bisa menjadi salah satu cara ampuh menghindari burnout. Yang dibutuhkan adalah mencari waktu yang sesuai dan sudah tidak memiliki revisi kerjaan. Berbicara dengan sopan dan menjelaskan kendala yang dirasakan, agar dapat membuat atasan Sobat Lakuuu mengerti.

7.  Mengganti Suasana Monoton 

Cara mengatasi burnout yang terakhir adalah mengganti suasana yang monoton. Penat dengan situasi ruangan bisa diakali dengan memberikan pernak-pernik atau aksesoris untuk menghilangkan kekakuannya. Tentu saja jangan terlalu berlebihan hingga dapat membuat Sobat Lakuuu hampir membuat ruangan pribadi di kantor.

Naluri manusia umumnya adalah untuk bertahan hidup. Melakukan pekerjaan agar bisa membeli kebutuhan sehari-hari diri sendiri atau keluarga serta orang lain merupakan tugas yang harus terus dijalankan.

Namun, dalam prosesnya, ada saatnya Sobat Lakuuu dapat merasa begitu jenuh. Tidak dapat berpikir, dan kesehatan menurun. Menggunakan cara mengatasi burnout untuk melepaskan diri dari rutinitas bisa dijadikan cara yang tepat.