Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon

Berhenti Menggunakan Hard Selling Mulai Sekarang!

by Lakuuu Team Updated at 5 October 2022

hard-selling
Hard selling merupakan salah satu teknik iklan marketing yang selalu digunakan oleh para pebisnis. Tujuan dari hard selling itu sendiri adalah untuk meningkatkan omset penjualan.

Karena memang sifatnya adalah untuk menarik pembeli, maka iklan ditampilkan dengan sangat unik, inovatif, dan menarik, namun tetap berhubungan dengan produk atau jasa yang dijual.

Tapi, kini banyak dari target market yang melewatkan iklan begitu saja karena dianggap mengganggu. Maka dari itu, para marketer harus berpikir kreatif untuk mempromosikan bisnis dengan baik, tanpa terlihat seperti berjualan.

Strategi Marketing Kreatif: Metode Soft Selling


Soft selling
adalah teknik marketing yang dilakukan secara persuasif, namun tetap menerapkan pendekatan yang halus, layaknya tidak mengupayakan untuk menjual suatu produk atau jasa.

Soft selling berfokus pada membawa brand awareness ke tengah market, serta membangun relasi antar kedua belah pihak, yaitu calon pembeli dan brand itu sendiri.

Di samping itu, soft selling juga berfungsi untuk menumbuhkan trust atau kepercayaan pada calon pembeli, sehingga nantinya calon pembeli menjadi pelanggan yang loyal.

Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling


Hard selling
merupakan teknik marketing yang memiliki goal atau tujuan untuk menghasilkan transaksi.

Tanpa kita sadari, kita selalu bertemu dengan contoh konten dari hard selling ini, baik secara offline maupun online. Perhatikan gambar hard selling berikut.

Seorang copywriter, yaitu orang yang bertanggung jawab dalam membuat kata atau kalimat persuasif haruslah mampu menciptakan curiosity dan urgency, sehingga konsumen segera membeli produk atau menggunakan jasa yang diiklankan.

Lalu, bagaimana dengan soft selling? Soft selling berfokus membangun hubungan yang baik dengan calon pembeli melalui penyajian konten yang informatif, namun tetap berhubungan dengan produk bisnis.

Kegiatan soft selling juga berfokus untuk memberikan kesadaran merek di tengah masyarakat. Membangun akar yang kuat, agar publik mengetahui keberadaan bisnis tersebut.

Coba Perhatikan contoh dari soft selling berikut

Artikel merupakan salah satu jenis konten soft selling yang bisa Sobat Lakuuu gunakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat secara luas.

Konten soft selling tidak hanya berupa artikel saja, video singkat yang menarik, dan podcast yang menghibur juga termasuk ke dalam konten soft selling.

Inti dari soft selling adalah bagaimana cara untuk menyajikan konten yang berkualitas dan informatif, dengan menyelipkan benefit dan keunggulan produk atau jasa.

Lalu, Bagaimana cara melakukan soft selling dengan benar?

4 Tips Memasarkan Produk dengan Teknik Soft Selling


1. Informasikan nilai produk

Pebisnis baru kerap kali melakukan kesalahan, di mana mereka hanya memasarkan produk dengan cara mengunggahnya di akun media sosial atau website jualan, tanpa menginformasikan nilai produk yang mereka jual.

Value produk harus tersampaikan kepada target market dengan baik, sehingga mereka mengetahui kelebihan dan benefit yang akan mereka dapatkan, jika menggunakan produk atau jasa dari Sobat Lakuuu.

2. Bikin konten yang berkualitas

Konten yang berkualitas adalah konten yang mampu memberikan informasi bermanfaat kepada calon pembeli, yang memiliki potensi besar untuk tidak hanya dilihat oleh niche bisnis, tetapi juga masyarakat luas.

Agar tetap update, cobalah melakukan riset tentang topik yang sedang “panas” diperbincangkan. Kemudian, sesuaikan topik tersebut dengan bisnis yang Sobat Lakuuu kelola.

Jangan lupa untuk memasukkan logo, link bisnis, atau bahkan gambar produk Sobat Lakuuu.

3. Campaign yang berhubungan

Agar teknik soft selling sukses dan menarik banyak peminat calon pembeli, cobalah untuk membuat campaign yang selaras dengan produk atau jasa yang dijual.

Contoh, jika Sobat Lakuuu menjual produk sustainable, maka membuat acara rutin di setiap hari peringatan lingkungan, atau mengadakan kompetisi mengolah sampah dapat menjadi acara yang menarik untuk dilakukan.

Walaupun terlihat sederhana, namun calon pembeli dapat merasakan keseriusan Sobat Lakuuu dalam menjaga lingkungan dengan baik, sehingga calon pembeli dapat memahami value dari produk yang Sobat Lakuuu jual.

4. Jangan ragu untuk memberikan produk gratis

Di samping membuat konten yang berkualitas, tidak ada salahnya untuk memberikan produk atau sampel gratis kepada calon pembeli.

Tanamkan juga rasa percaya kepada calon pembeli. Saat rasa percaya sudah mulai terbentuk, biasanya mereka akan merekomendasikan produk Sobat Lakuuu ke jaringan pertemanannya.

Selalu ingat, bahwa words-of-mouth adalah teknik marketing terampuh, dibandingkan dengan teknik marketing yang lain.