Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon

Pengertian dan Jenis Hutang Jangka Pendek

by Lakuuu Updated at 5 October 2022

hutang-jangka-pendek
Tahukah Sobat Lakuuu bagaimana pengertian dan jenis hutang jangka pendek itu sendiri? Ya, hutang ini adalah jenis peminjaman uang dan memiliki tenggat waktu pelunasan yang sangat cepat. Bahkan, hutang jenis ini bisa diberikan waktu kurang dari 1 tahun untuk pembayarannya.

Setiap lembaga pasti memiliki ketentuannya masing-masing terhadap pelunasan hutang berjangka pendek. Secara umum, usaha atau bisnis pasti membutuhkan biaya tambahan dan lebih memilih untuk melakukan peminjaman uang baik itu di jangka panjang atau pendek.

Ketika melakukan peminjaman, ketentuan akan diberlakukan dalam segi pelunasannya. Ketika peminjam ingin melakukan peminjaman, dirinya harus memiliki aset yang dapat ditanggungkan. Karena aset tersebut bisa berpindah hak milik ketika hutang tidak bisa dibayarkan.

Baik itu hutang jangka panjang atau jangka pendek, keduanya memiliki ketentuan yang jelas. Hanya saja, keduanya memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda. Setiap orang juga harus tahu mengenai hal ini karena peminjaman uang tidak bisa dilakukan begitu saja.

Perbedaan Jenis Hutang Jangka Pendek dan Panjang

Fungsi hutang, tentunya untuk menambah biaya ketika sedang dibutuhkan. Namun dari kedua jenis yang ada, hutang bisa dibedakan dari cara penggunaan hingga pemakaiannya. Untuk hutang berjangka pendek, biasanya lebih dibutuhkan pada saat sedang genting atau butuh dana cepat.

Ketika melakukan peminjaman dana, jenis hutang jangka pendek akan memberikan tenggat waktu pelunasan yang sangat singkat. Selain itu, jumlah pinjamannya juga sangat kecil. Saat ini, maksimal peminjaman uang dengan jangka pelunasan yang pendek hanya dibatasi 5 juta saja.

Berbeda dengan hutang jangka panjang yang bisa sampai puluhan juta di dalam sekali transaksi peminjaman. Untuk jenis hutang jangka panjang, nasabah bisa melunaskan hutangnya dalam kurun waktu lama. Sebagai contoh, Sobat Lakuuu meminjam uang senilai 20 juta pada sebuah lembaga.

Waktu pelunasan yang biasanya diberikan adalah 6 – 8 bulan tergantung ketentuannya. Dari waktu tersebut, uang bisa dicicil atau langsung dibayarkan sesuai jumlah dan bunganya. Biasanya jenis hutang ini digunakan untuk keperluan usaha yang butuh dana besar.

Tentu saja semakin besar peminjaman maka semakin banyak juga aset yang ditanggungkan. Dari aset tersebut, Sobat Lakuuu bisa meminjam dana dalam jumlah besar. Jika tidak bisa membayar, maka aset harus disita atau diambil oleh pihak yang memberikan hutang.

Mengenal Jenis Hutang Jangka Pendek

Sobat Lakuuu harus tahu seperti apa pinjaman yang dilakukan dari penggunaannya. Berikut ini, ada beberapa jenis hutang yang memiliki jangka waktu pelunasan pendek. Dengan memahami jenis hutangnya, Sobat Lakuuu jadi tahu pihak mana yang dicari nantinya.

1. Hutang Wesel

Jenis hutang jangka pendek yang satu ini sangat unik karena menggunakan kertas wesel atau dokumen bertanda tangan. Ketika Sobat Lakuuu memiliki kertas wesel berisikan tagihan yang harus dibayarkan dengan tanda tangan peminjam, uang bisa ditagih langsung ke lembaga terkait.

Hal ini tentu saja termasuk hutang karena ada sejumlah uang yang harus dibayarkan. Jika saat ditagih dana tidak tersedia, maka dana tersebut akan masuk ke dalam pembukuan. Dana bisa diambil kembali ketika memang sudah tenggat waktu pengambilannya datang.

2. Hutang Dagang

Dalam sebuah peminjaman uang, ada istilah yang dinamakan kredit dan debit. Kredit ini bisa diartikan sebagai dana yang masuk ke dalam data pembukuan. Hutang dagang adalah posisi peminjam yang membeli barang dengan melakukan pembukuan untuk dibayar di akhir.

Tentu saja hutang ini bisa dibayarkan dalam kurun waktu tertentu. Dalam pembayarannya, Sobat Lakuuu bisa melakukannya dengan cara dicicil atau langsung lunas. Jika jatuh tempo Sobat Lakuuu tidak bisa membayar maka, aset barang yang dibeli bisa diambil kembali ditambah uang sanksi.

3. Pembayaran di Muka

Hutang piutang jangka pendek yang terjadi dalam bisnis biasanya melibatkan pembayaran di muka. Hal ini sebenarnya masuk ke dalam jenis hutang jangka pendek karena ada biaya lain yang harus dilunaskan. Tentu saja produk tidak akan bisa dikirim jika pelunasan belum terjadi.

Hutang jenis ini tidak bisa masuk ke dalam jangka panjang karena waktu pelunasannya sangat singkat. Berbeda dengan jenis hutang sebelumnya, Sobat Lakuuu tidak akan bisa melakukan cicilan di sini karena pembayarannya harus cepat dilakukan atau barang tidak akan bisa di dapatkan.

4. Dividen

Untuk skala hutang piutang yang lebih besar, Sobat Lakuuu bisa mengambil contoh Dividen. Jenis ini terjadi antara pengusaha dan para investornya.

Biasanya dana pinjaman dibutuhkan untuk suatu kepentingan baik itu membeli produk atau menyelenggarakan event. Cara pembayarannya sendiri sangat unik, investor dan pengusaha akan membagi dan dari hasil keuntungan yang didapatkan.

Biasanya, syarat untuk melakukan peminjaman ini perlu data kongkrit agar pembagian keuntungannya bisa transparan sampai akhir transaksi. Keempat jenis hutang dengan jangka waktu peminjaman pendek di atas hanya sebuah contoh.

Sobat Lakuuu juga bisa menemukan hutang jangka waktu pendek di lembaga peminjaman dengan syarat dan ketentuannya sendiri. Namun yang jelas, beberapa jenis hutang jangka pendek di atas sudah sering digunakan oleh masyarakat saat ini.