Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon

5 Kesalahan Promosi di TikTok dan Cara Mengatasinya

by Lakuuu Updated at 5 October 2022

kesalahan-promosi-di-tik-tok
TikTok melebarkan sayapnya dengan menjadi salah satu aplikasi favorit yang tidak hanya bisa memproduksi video berdurasi singkat, tetapi juga sebagai salah satu platform untuk melakukan promosi, serta membangun brand awareness tertarget. 

Nyatanya, melakukan promosi di TikTok dapat menggaet lebih banyak audiens dan berpotensi besar untuk mendatangkan leads yang menguntungkan.

Tapi tunggu dulu! Jangan buru-buru untuk mengiklankan produk atau merek Sobat Lakuuu di TikTok. Perhatikan 5 kesalahan umum dalam melakukan promosi di TikTok berikut, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan membuat iklan jauh lebih efektif.

1. Tidak memproduksi dan menggunakan reusable konten

Apa Sobat Lakuuu selalu memproduksi konten minggu demi minggu? Tentu saja hal ini sangat melelahkan. Jika Sobat Lakuuu overwhelming, maka kualitas konten secara langsung akan mengalami penurunan, bukan? Maka dari itu, penting untuk Sobat Lakuuu membuat reusable content.

Apa yang dimaksud dengan reusable content? Sederhananya, Sobat Lakuuu membuat satu sampai dua konten yang ingin diiklankan untuk minggu pertama dan kedua. Kemudian, di minggu ketiga Sobat Lakuuu menggunakan iklan di minggu pertama.

Dan di minggu ke tiga, Sobat Lakuuu menggunakan konten iklan yang ada di minggu ke dua. Cara ini cukup efektif dalam menghemat waktu dan tenaga, serta membuat konten terkesan bervariasi di setiap minggunya.

2. Tidak adanya User Generated Content yang kuat

Sobat Lakuuu User Generated Content UGC) sudah ramai digunakan oleh berbagai perusahaan atau merek lainnya. Jadi, jangan sampai Sobat Lakuuu tidak ikutan untuk memanfaatkan UGC ini.

Sederhananya, UGC merupakan konten promosi gratis yang diberikan secara sukarela kepada pelanggan yang merasa puas dengan produk atau layanan dari merek atau bisnis Sobat Lakuuu. Sejenis social-proof, biasanya mereka akan mengunggah dalam format teks, caption, video singkat, atau bahkan blog.

Hal yang bisa Sobat Lakuuu lakukan adalah Sobat Lakuuu bisa stitch dan dijadikan video untuk iklan. Sehingga banyak calon pembeli yang tertarik dan segera melakukan pembelian. Intinya, respons setiap ada ulasan dari pelanggan, dan kemungkinan besar pelanggan lain juga akan melakukan ulasan juga.

3. Tidak bermain dengan efek

TikTok menyimpan berbagai macam efek, teks yang menarik, dan fitur-fitur yang sangat bisa dimanfaatkan untuk menciptakan video iklan yang interaktif. Jangan lupa untuk menambahkan efek-efek yang dapat membuat pengguna berhenti untuk scrolling.

Gunakan juga efek-efek yang sedang trending untuk mendongkrak jangkauan audiens.

4. Konten yang sulit dipahami

Kembali ke basic tentang iklan itu sendiri. Iklan haruslah jelas, dan mampu menyampaikan informasi yang jelas, sehingga tidak ada kebingungan di antara audiens yang menonton iklan tersebut.

Banyak iklan di TikTok yang tidak memiliki cukup kejelasan tentang konten apa yang diiklankan dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Cobalah untuk membuat relevansi yang jelas antara konten yang dibuat dengan produk yang dijual. Selain itu, tekankan apa yang menjadi kelebihan merek daripada kompetitor, serta benefit apa yang diterima oleh audiens jika menggunakan produk dari merek Sobat Lakuuu.

5. Tidak kerja sama dengan influencer atau KOL

TikTok memang diperuntukkan bagi siapa pun pengguna untuk mengadakan kolaborasi. Dengan demikian, bekerja sama dengan influencer atau KOL sejatinya bisa menjadi langkah yang tepat untuk menggaet lebih banyak audiens.

Sudah banyak merek-merek terkenal yang kini tanpa ragu memanfaatkan jasa influencer atau KOL untuk melakukan promosi produk atau layanan terbaru mereka.

Sejatinya, bekerja sama dengan influencer atau KOL adalah sebuah pilihan. Namun, tidak ada salahnya untuk melebarkan sayap dan memperluas brand awareness ke lebih banyak audiens, bukan?