Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Inspirasi

Ketahui Perbedaan Antara Thrift Shop dengan Barang Preloved

by Lakuuu 13 January 2022

thrift-shop-vs-preloved
Pastinya Sobat Lakuuu sudah tidak asing lagi dengan istilah thrift shop dan barang preloved, kan? Mungkin, Sobat Lakuuu hanya sebatas mengetahui bahwa barang-barang yang dijual adalah barang second hand dengan kualitas yang Masih layak Untuk digunakan.

Tapi, ada sedikit perbedaan di antara keduanya, lho! Thrift shop dan preloved memiliki perbedaan. Kira-kira apa saja perbedaan di antara keduanya? Bagaimana tips untuk bisa sukses mengembangkan bisnis thrift shop dan preloved? Simak informasinya berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Thrift Shop?

Thrift shop umumnya terkenal di luar negeri. Namun, seiring berjalannya waktu, anak-anak mudah Indonesia perlahan memperkenalkan thrift shop sebagai salah satu bisnis yang menyenangkan, dan layanan penjualan yang ramah di kantong.

Thrift shop sendiri awalnya adalah pakaian-pakaian hasil donasi yang dijual kembali. Hasil dari Uang tersebut akan dikirimkan ke yayasan yang membutuhkan Atau yang sudah bekerjasama.

Seiring berjalannya waktu, makna thrift shop berubah dan menjadi tempat bagi masyarakat yang ingin mencari produk-produk luar negeri dengan harga serta kualitas yang masih terjaga dengan baik. 

Apa yang Dimaksud dengan Barang Preloved?

Sedikit Berbeda dengan thrift shop, barang preloved adalah barang dari koleksi pribadi yang sudah tidak digunakan lagi. Umumnya, produk preloved masih baik untuk digunakan, dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Karena merupakan koleksi pribadi, maka barang preloved biasanya berasal dari merek terkenal, dan cenderung bersifat limited edition, sehingga sulit untuk dicari.

Perbedaan Antara Thrift Shop dengan Barang Preloved

Secara sederhana, perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya terletak pada barangnya.

Thrift shop menjual barang second dengan kualitas yang masih baik yang umumnya berasal dari luar negeri. Sedangkan preloved berasal dari koleksi pribadi dan ber-branded yang umumnya sukar untuk ditemukan.

5 Tips memulai Bisnis Thrift Shop dan Preloved

Ada beberapa tips yang bisa Sobat Lakuuu coba untuk memulai berbisnis thrift shop dan preloved ini.

1.    Tentukan barang yang akan dijual

Sebelum memulai bisnis thrift shop dan preloved, penting untuk mengetahui apa produk atau barang yang akan dijual. Ini juga sekaligus berhubungan dengan penentuan target market.

2.    Jangan lupa Untuk Cermati kebersihannya

Tantangan besar dalam menjual produk preloved atau thrift shop adalah soal kebersihan. Banyak orang yang masih ragu membeli produk second hand karena dikhawatirkan adanya kutu Atau bad bugs yang dibawa oleh orang sebelumnya.

Di sini, Sobat Lakuuu bisa meyakinkan mereka bahwa bisnis thrift shop atau preloved Sobat Lakuuu memprioritaskan kebersihan dengan menunjukkan behind-the-scene dari proses pembersihan produk.

3.    Tentukan target market nya

Jika sudah tahu barang apa yang akan dijual, menentukan target market akan jauh lebih mudah. Pastikan juga untuk melakukan riset harga di pasar agar produk yang dijual tidak terlalu mahal, tapi juga tidak terlalu murah.

4.    Hitung Modal yang akan dikeluarkan

Modal di sini tidak harus berupa uang, tapi juga bisa dalam bentuk waktu dan tenaga. Jika Sobat Lakuuu ingin menekuni bisnis thrift shop dan preloved, maka dua modal di atas patut untuk dipertimbangkan.

5.    Memaksimalkan media sosial

Tidak ada salahnya untuk membuat satu akun bisnis thrift shop dan preloved demi menjangkau lebih banyak audiens. Platform media sosial yang dipilih juga harus disesuaikan dengan target market yang sudah dipilih.