Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Insight

Yuk Kenalan dengan Algoritma Mesin Pencari Bernama Panda

by Lakuuu 14 November 2021

algoritma-panda
Sobat Lakuuu mungkin tidak tahu sebelumnya, ternyata mesin pencari memiliki nama algoritmanya tersendiri, loh! Setelah keluar dengan nama algoritma Google Penguin, mesin pencari terbesar di dunia ini akhirnya resmi memperbarui algoritma nya yang kini bernama algoritma Google Panda.

Lantas, apa yang membedakan Google Panda dengan pendahulunya si Penguin? Berikut informasi selengkapnya khusus untuk Sobat Lakuuu!

Google Panda, Algoritma Canggih Di Era Sekarang

Ada banyak hal yang ditingkatkan di era Google Panda ini. Salah satu nya adalah peningkatan kualitas konten yang tersebar di search engine. Apa maksudnya?

Google, sebagai salah satu mesin pencari yang menjadi favorit masyarakat dunia, tentu nya menjadi gudang bagi hoax dan informasi-informasi berkualitas rendah lainnya, sehingga kemungkinan seseorang untuk memanfaatkan dan menyalahgunakan informasi tersebut cukup tinggi.

Atas dasar hal di atas, Google meningkatkan sistem algoritmanya, di mana konten yang memiliki mutu rendah akan tenggelam secara otomatis, atau bahkan dihapus dari pencarian.

Algoritma Panda mampu menyaring kualitas halaman suatu website, di mana sebelum manusia melakukan penilaian atas suatu halaman, Google telah menjadi yang pertama yang menilai suatu halaman, sehingga ketika pengguna internet menemukan hasil pencariannya, SERP telah tersuguhkah dengan baik, dan peringkat telah tersusun berdasarkan kualitas konten.

Hal di atas tentu menjadi angin segar, tidak hanya para pengguna internet, tetapi juga para pengembang dan orang dibalik layar perusahaan, agar bekerja lebih keras untuk membuat dan menyuguhkan konten yang berkualitas, seperti dengan menambah keyword atau SEO yang baik, serta topik yang menarik.

Kenapa Google Panda Hadir?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Google Panda memiliki peranan yang lebih aktif dan besar dalam memerangi konten-konten yang memiliki kualitas rendah, sehingga kecil kemungkinan para pengguna melihat tampilan halaman tersebut.

Faktor lain mengapa algoritma search engine ini muncul adalah karena adanya penurunan kualitas pencarian pada Google di tahun 2010. Hal tersebut disebabkan karena munculnya metode optimasi dengan ternak konten di situs yang dikembangkan.

Di samping itu, dengan adanya kegiatan mengejar jumlah visitors, walaupun konten di suatu website tidak berkualitas, menimbulkan banyak keluhan di antara para pengguna.

Atas permasalahan di ataslah, Google akhirnya memperbarui algoritmanya yang dulunya adalah Google Penguin, kini berubah menjadi Google Panda yang sudah dikeluarkan sejak 23 Februari 2011 lalu.

Apa Saja Target dari Google Panda?

Tentu saja, Google Panda memiliki target agar mesin pencari menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk mencari atau mengelola informasi.

Google Panda menunjukkan keseriusannya dalam memerangi kualitas konten yang buruk dengan memberikan sebuah “hukuman” kepada website yang ketahui memiliki kriteria sebagai berikut,

1. Konten Plagiasi

Kegiatan copy paste merupakan kegiatan yang terbilang yang sangat “lumrah” terjadi di antara para pengguna internet. Namun, Google Panda tidak melumrahkan hal tersebut jika sudah sampai masuk ke dalam kategori plagiasi.

Secara otomatis, algoritma Google yang baru ini akan mendeteksi adanya duplikasi konten dan secara cerdas, dapat mengetahui konten mana yang plagiat, dan konten mana yang diplagiasi.

2. Konten dengan mutu rendah

Kualitas suatu konten yang rendah tidak hanya berasal dari konten plagiasi atau copy paste saja, tapi juga konten yang memiliki topik yang kurang menarik, sedikit jumlah engagement-nya, dan berbagai faktor lainnya yang mampu menurunkan kualitas konten.

Maka dari itu, ada baiknya Sobat Lakuuu untuk memanfaatkan dan memasukkan kata kunci yang sering dicari oleh pengguna di suatu topik konten tertentu, serta SEO di dalam konten untuk menjangkau lebih banyak pengguna.

3. Website yang terlalu banyak iklan

Website adalah tempat untuk melakukan pembelian, transaksi, atau hal lain yang berhubungan dengan engagement sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan bukannya ladang iklan.

Memang, beriklan menjadi salah satu jalur untuk menghasilkan uang—jika Sobat Lakuuu memiliki adSense—tetapi itu bukan berarti Sobat Lakuuu memenuhi website dengan iklan. Ini akan menyebabkan penurunan kualitas halaman, dan membuat halaman sulit untuk dijangkau.

4. Terlalu banyak kata kunci

Sobat Lakuuu, memasukkan kata kunci atau SEO akan bermanfaat untuk meningkatkan ranking halaman di dalam mesin pencari, karena banyak pengguna yang akan datang ke dalam halaman. Tapi, selalu ingat untuk menggunakan kata kunci (keyword) dan SEO yang sewajarnya.

Terlalu banyak memasukkan kata kunci juga memiliki efek samping, di mana kata kunci yang tidak relevan yang masuk ke dalam suatu konten, akan membuat kualitas konten menjadi rendah, dan secara otomatis rangking akan turun.