Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Insight

Diferensiasi Produk- Strategi Apple Menjadi Market Leader

by Lakuuu 19 December 2021

diferensiasi-produk
Apple memang sudah dikenal lama oleh masyarakat dunia, sebagai salah satu perusahaan gadget revolusioner yang selalu menghadirkan inovasi kekinian, dan membuat para penggunanya betah untuk tidak pindah ke lain hati.

Ekosistemnya yang seamless, seperti iPhone, iMac, dan Macbook memiliki keunggulannya tersendiri daripada para kompetitornya. Dilansir MakeMac penjualan Apple terus mengalami kenaikan. Hingga pada Q4 2019 saja Apple menjadi pemimpin market dengan penjualan sebesar 78,4%.

Angka di atas menunjukkan, bahwa Apple merupakan salah satu brand gadget yang keberadaannya selalu diminati dan paling ditunggu-tunggu. Lantas, bagaimana Apple bisa menjadi market leader selama bertahun-tahun? Apa yang membuatnya tetap kokoh berdiri menjadi seorang pemimpin?

Bagaimana Apple Menjadi Pemimpin Pasar?

CEO Apple, Tim Cook mengatakan visi misi Apple adalah menjual produk dengan kualitas tinggi yang akan mempermudah aktivitas dan produktivitas para penggunanya, dengan menghadirkan berbagai macam inovasi melalui fitur-fitur yang ditanamkan di setiap produknya.

Tentu saja, hal di atas memang benar adanya. Biochip yang mutakhir yang membuat sistem Apple sangat mulus saat dijalankan, secara tidak langsung meningkatkan produktivitas pemakainya.

Namun, selain inovasi-inovasi yang ada, ada satu strategi rahasia mengapa Apple disebut-sebut sebagai perusahaan monster dunia yang keberadaannya ditakuti oleh para kompetitor lain. Adapun strategi rahasia Apple agar tetap menjadi seorang pemimpin pasar adalah dengan membuat diferensiasi produk.

Strategi ini dirancang agar Apple menjadi standout di dalam persaingan yang cukup panas di dalam industrinya, sekaligus membuat produk-produk mereka terlihat lebih unik dan atraktif untuk dimiliki.

Lantas, apa saja strategi Apple membuat diferensiasi produk? Berikut informasinya khusus untuk Lakuuu.

Apple dan Diferensiasi Produknya

Dalam mendesain dan memasarkan produknya, Apple selalu menerapkan 4 strategi rahasia. Strategi ini diwarisi dari zaman Steve Jobs hingga Tim Cook, yaitu

  • Jumlah produk yang memang dibikin terbatas
  • Selalu fokus terhadap kualitas
  • Berfokus pada profit daripada market share
  • Menimbulkan efek halo

Jika Sobat Lakuuu perhatikan, Apple selalu mengutamakan kualitas bahan pembuatannya. Akhir-akhir ini, Apple selalu menggunakan bodi yang terbuat dari kaca, agar menciptakan kesan yang mewah dan membuat pengalaman menggenggam menjadi sangat premium.

Di samping itu, Apple dengan BioChip serta sistem iOS nya adalah dua hal yang menjadikan produk ini berbeda daripada gadget kebanyakan yang umumnya tidak memiliki sistem pengoperasian buatan sendiri.

Jangan lupakan juga bagaimana desain dari Apple itu sendiri yang dari waktu ke waktu tetap mempertahankan sisi minimalisnya. Memang, harus diakui bahwa dari generasi iPhone 12 ke atas, nampaknya Apple tidak mengubah apapun dari segi desainnya.

Mungkin, hanya peletakan kameranya saja yang berbeda. Beberapa orang juga menyebutkan bahwa desain dari Apple tampak membosankan. Tapi, justru, ke-simple-an dari Apple ini yang bernilai tinggi.

Hal yang menarik yang perlu Sobat Lakuuu ketahui adalah Apple menerapkan sistem Minimum Advertised Price (MAP).

Di mana, strategi ini memungkinkan reseller atau dealer memiliki harga khusus yang sudah ditetapkan, dan tidak mengizinkan mereka untuk memasarkan harga di bawah harga tersebut.

Apple Disukai Oleh Banyak Kalangan

Dari penjelasan di atas, sangat wajar jika Apple menargetkan kalangan menengah ke atas sebagai penggunanya.

Tapi, jika kita lihat realitas yang terjadi, banyak dari berbagai kalangan yang justru menggunakan produk-produk Apple, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, profesional, hingga orang tua sekalipun. 

Adanya fenomena di atas terjadi karena adanya FOMO atau Fear of Missing Out. Memang, fenomena FOMO di era digital bukan menjadi rahasia umum lagi.

Banyak orang yang ingin turut merasakan kemewahan dari produk-produk Apple karena selalu dijejali oleh informasi seputar produk tersebut.

Mereka yang takut tidak mendapatkan pengalaman yang serupa, akhirnya mencoba untuk membeli dan menggunakan produk Apple. Dan berakhir dengan mereka yang jatuh hati terhadap semua produk keluarannya, dan berpotensi besar untuk masuk ke dalam ekosistem.

Walau begitu, Apple sebagai perusahaan teknologi inovatif memikul beban yang sangat berat di pundaknya, mengingat sekarang mereka menjadi leader market dan akan sangat mengecewakan jika mereka mengalami penurunan.