Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Insight

10 Strategi untuk Mengurangi Pengabaian Keranjang Saat Belanja Online

by Lakuuu 10 December 2021

mengurangi-pengabaian-keranjang
Bila Sobat Lakuuu adalah seorang seller di e-commerce, tingkat pengabaian keranjang belanja harus diperhatikan dengan baik. Karena ini merupakan masalah yang harus diatasi oleh pengecer e-commerce. Tapi apa sebenarnya istilah pengabaian keranjang belanjaan?

Sobat Lakuuu pasti pernah melihat-lihat barang yang ada di sebuah marketplace online, bukan? jika tertarik, masukkan ke keranjang. Tapi, bukannya check-out, malah dibiarkan sama hingga dalam kurun waktu lama.

Padahal, seller mengharapkan bahwa barang yang ada di etalasenya segera sold setelah pengunjung memasukkan produknya ke keranjang. Bayangkan jika Sobat Lakuuu menjadi penjual, bagaimana strategi untuk mengurangi tingkat pengabaian keranjang belanja?

Pengertian Pengabaian Keranjang Belanja Online

Belanja online sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern saat ini. Memang, market daring jauh lebih praktis, karena Sobat Lakuuu tidak perlu menyisihkan waktu mengunjungi pasar, supermarket atau mall.

Hanya tinggal ambil smartphone, pilih marketplace secara daring dan mulai belanja. Biasanya, jika Sobat Lakuuu belum ingin membelinya, pasti memasukkan dulu ke shopping cart. Nanti bisa dibayar, ketika sudah ada uang atau diskon.

Tapi, bagi seller, adanya tingkat pengabaian keranjang belanja yang semakin naik, menjadi fokus yang perlu perhatian lebih. Tiap seller toko online, terutama di e-commerce atau website, pasti menginginkan barang di etalase tokonya terbeli.

Namun, calon pembeli justru hanya mendiamkan produk tersebut tanpa menyelesaikan pembelian. Jadi, apa yang dimaksud mengabaikan keranjang belanja online itu sebenarnya?

Secara singkat, mereka melakukan proses pembelanjaan, tapi justru keluar atau menghentikan niatnya itu, sebelum menyelesaikan pembelian. Ada banyak alasan, kenapa mereka bisa menghentikan pembayaran itu.

Jika menyadari tingkat pengabaian itu terus bertambah, seller harus segera mencari tahu penyebabnya. Ini adalah metriks penting bagi penjual di e-commerce, dan menyadari ada sesuatu yang salah dari strategi marketingnya.

Cara Mengetahui Tingkat Pengabaian Keranjang Belanja

Apabila sudah tahu bahwa tingkat pengabaian keranjang belanja telah tinggi, apa yang harus dilakukan oleh Sobat Lakuuu sebagai pelaku bisnis online? Sobat Lakuuu bisa tahu persentase pengabaian dengan satu rumus tertentu.

Sobat Lakuuu dapat menghitung dari membagi jumlah total transaksi yang diselesaikan, dengan jumlah total transaksi yang telah dimulai. Nanti hasilnya akan mengidentifikasi persentase calon pembeli.

Dari presentase tersebut, Sobat Lakuuu dapat mengetahui sinyal pasti dari konsumen yang niat beli dan menambahkannya ke troli, namun tidak menyelesaikan pembayaran. Hasilnya memang tidak pasti, tapi paling tidak dapat diprediksi.

Berdasarkan data yang Sobat Lakuuu dapatkan dari perhitungan tersebut, ada beberapa alasan yang membuat pengabaian troli belanja online itu meningkat. Berdasarkan data, itu karena :

  1. Kurangnya kepercayaan calon konsumen dengan toko tersebut.
  2. Ada kompleksitas atau pertimbangan yang terlalu rumit, sehingga meninggalkan proses pembayaran.
  3. Biaya pengiriman tinggi.
  4. Hanya melakukan penjelajahan tanpa niatan beli.
  5. Opsi pembayarannya terbatas.
  6. Harga barang terlalu tinggi
  7. Dan terdapat masalah teknis.

10 Strategi Dalam Mengurangi Tingkat Pengabaian Keranjang Belanja

Tentu saja, setiap seller harus menghentikan masalah matriks seperti ini. Sobat Lakuuu yang ingin sukses berbisnis daring, harus tahu cara mengurangi tingkat pengabaian keranjang belanja yang tinggi, dan meningkatkan kemauan konsumen untuk membeli.

Berdasarkan beberapa jenis alasan kenapa produk dibiarkan saja dalam troli, harusnya bisa menyimpulkan dan membuat strategi paling bagus, hingga masalah tersebut bisa hilang.

Jika mengutip dari data Baymard institute, telah mematok rata-rata dari tingkat pengabaian keranjang di situs belanja online, sebesar 69,23%. Jika dibulatkan, memang sebesar 60-70 persen.

Jadi, agar hal tersebut tidak terjadi pada toko daring Sobat Lakuuu, berikut 10 strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi masalah tersebut :

1. Lacak pengabaian troli belanja, dengan cara menentukan dulu berapa tingkatannya saat ini. bila terlalu bingung cara  perhitungannya, Google Analytics adalah cara paling praktis untuk melakukan pelacakan. Biasanya hasilnya meliputi :
1. Perilaku belanja
2. Bagaimana proses checkout
3. Kinerja dari daftar produk
4. Dan performa penjualannya.

2. Tentukan titik kesalahan pada proses checkout. Caranya dengan melakukan analisis sasarannya.

3. Buat navigasi yang memudahkan konsumen belanja dari toko ke keranjang tanpa ada hambatan dan nyaman diarahkan.

4. Kurangi kecemasan konsumen dalam pembayaran, dengan informasi detail pembayaran. Serta yakinkan bahwa proses checkout aman dengan menambahkan salinan informasi pada halaman tersebut.

5. Menawarkan pengiriman gratis atau potongan harga ongkos kirimnya agar lebih tertarik belanja.

6. Jangan memberi kejutan, maksudnya detail informasi mengenai tambahan biaya pajak, penanganan dan lainnya, harus dideskripsikan secara jelas di halaman checkout.

7. Bangun kepercayaan, dengan menjamin data konsumen aman dan tidak akan bocor.

8. Tambahkan opsi pembayaran lebih banyak lagi. ini juga cukup penting.

9. Terapkan urgensi atau diskon dalam jangka waktu tertentu pada produk. dengan maksud, konsumen beli hari itu juga.

10. Dan tawarkan bantuan, seperti hubungi penjual atau chat ke inbox hingga berikan nomor telepon agar lebih percaya dan membantu masalah pembeli dalam checkout.

Adanya pilihan strategi yang banyak, Sobat Lakuuu jangan bingung lagi bagaimana meningkatkan minat beli dari pengunjung toko online. Bila semua strategi itu dilakukan satu per satu, pasti tingkat pengabaian keranjang belanja bisa menurun.