Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Insight

Strategi Marketing: Belajar Teknik Pemasaran dari Starbucks

by Lakuuu 10 November 2021

pemasaran-starbucks
Jerry Baldwin, Gordon Bowker dan Zev Siegel merupakan tiga serangkai yang melatarbelakangi toko franchise kopi seduh terkemuka di dunia, Starbucks.

Berawal dengan menjual biji kopi, kini toko franchise yang menjual berbagai macam kopi seduh dan teh ini, berhasil merajai bisnis franchise dunia, yang telah membuka lebih dari 27,399 gerai di berbagai belahan dunia.

Lantas, bagaimana Starbucks yang dulu awalnya merupakan gerai toko kecil, kini menjadi salah satu brand yang kehadirannya ditakuti? Strategi pemasaran apa yang digunakan oleh Starbucks? Berikut informasi selengkapnya.

5 Teknik Marketing Ala Starbucks yang Bisa Dicoba


Dilansir Databoks.Katadata, Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara yang memiliki jumlah gerai Starbucks terbanyak di dunia.

Posisi pertama di tempati oleh Amerika Serikat dengan jumlah total gerai Starbucks sebanyak 6,451, yang disusul oleh Korea Selatan sebanyak 1,570 dan Inggris sekitar 771 gerai.

Data di atas menunjukkan betapa tingginya minat masyarakat terhadap Starbucks, dan betapa luar biasanya teknik marketing yang dilakukan oleh Starbucks.

Setidaknya, ada 5 teknik marketing sederhana yang dilakukan oleh brand dengan logo putri duyung ini, dan pastinya Sobat Lakuuu akan dibuat terkejut karenanya.

1.Kualitas produk yang tidak main-main

Sobat Lakuuu, urusan kualitas produk, Starbucks sebagai brand premium tidaklah main-main. Mereka hanya menggunakan bahan produksi yang premium dan terbaik di kelasnya.

Tidak hanya bahan produksi pembuatan kopi, teh, dan dessert-nya, Starbucks ternyata memiliki standarisasi tersendiri dalam mendesain gerai kopinya, sehingga pelanggan betah berlama-lama menghabiskan waktu di sana.

Mengingat Starbucks menyasar market menengah ke atas, maka acara minum kopi tidak hanya menikmati aroma nya saja, tapi juga sambil bekerja, belajar, atau sekedar berbicara dan hangout bersama rekan kerja, teman-teman, serta kekasih.

2. Berfokus pada pelanggan

Sobat Lakuuu, Starbucks menetapkan customer retention yang sangat tinggi. Inilah sebabnya, kenapa banyak pelanggan mereka selalu berdatangan lagi dan lagi.

Bagi yang belum tahu, customer retention adalah suatu pengukuran yang dilakukan oleh perusahaan, agar dapat membuat pelanggan datang lagi dan lagi.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Starbucks dalam melakukan customer retention adalah dengan menggunakan Starbucks Cards.

Di mana, kartu yang terdiri dari banyak motif dan gambar tersebut, berisikan poin-poin dan level pelanggan, yang nantinya bisa ditukarkan dengan makanan atau minuman gratis.

Selain itu, Starbucks juga kerap membuat promo buy 1 get 1 free, diskon 50%, dan jangan lupakan campaign tumblr day yang rutin diadakan setiap bulan di tanggal 20.

3. Menu dan merchandise berdasarkan musim

Jika Sobat Lakuuu perhatikan, Starbucks kerap mengeluarkan menu-menu khusus setiap musimnya.

Tidak hanya itu, agar mendongkrak pemasukan, Starbucks juga menjual merchandise berupa tumblr yang motif dan desainnya disesuaikan berdasarkan musim.

Inilah yang membuat kenapa teknik pemasaran Starbucks bervariasi dan membuat orang yang dulunya tidak pernah mencoba Starbucks, tertarik untuk mencobanya.

4. Menggunakan berbagai jenis media promosi

Data yang beredar menunjukkan, pada tahun 2018 Starbucks mengeluarkan dana sebesar 260 juta dollar hanya untuk beriklan.

Adapun media yang digunakan oleh Starbucks antara lain, billboard, iklan televisi, iklan pinggir jalan, dan berbagai media periklanan konvensional lainnya.

Tidak hanya itu saja, Starbucks juga menyasar kalangan millennial dengan memasang iklan secara digital di berbagai platform media sosial.

Starbucks menggunakan berbagai macam konten menarik untuk memikat berbagai kalangan. Hal ini nyatanya membuahkan hasil yang positif dengan semakin banyaknya orang yang mulai mencoba mencicipi dan menjadi pelanggan Starbucks.

5. Gimmick yang disengaja

Cashier Starbucks pasti akan menanyakan nama Sobat Lakuuu yang nantinya akan dipanggil saat proses pembuatan order-an selesai dibuat.

Nah, di sinilah gimmick Starbucks yang terkenal terjadi. Banyak di antara para cashier yang sengaja merubah nama Sobat Lakuuu menjadi lucu, dan unik, sehingga nantinya Sobat Lakuuu akan mempostingnya di media sosial.

Tidak hanya itu, terkadang ada beberapa pelanggan yang justru memberikan nama aneh dan merekam nya, yang nantinya diunggah ke media sosial.

Strategi marketing ini tentu menghemat biaya periklanan, mengingat mereka mendapatkan promosi secara gratis dan sukarela dari para pelanggannya sendiri.