Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Insight

Manufaktur: Pengertian, Jenis, dan Sistem yang Digunakan

by Lakuuu Team 19 October 2021

pengertian-manufaktur
Sobat Lakuuu, coba deh perhatikan kendaraan yang terparkir di garasi rumah. Kemudian, perhatikan juga smartphone, komputer yang sedang Sobat Lakuuu pakai sekarang, hingga bingkai foto yang menempel di dinding.

Kesemua barang di atas tentunya di produksi oleh satu badan usaha yang cukup besar, dan membutuhkan keahlian yang tinggi dalam proses pembuatan atau produksi nya.

Contoh dari barang-barang di atas dibuat oleh bisnis usaha bernama manufaktur, atau proses pembuatannya disebut dengan manufacturing. Tapi, apa definisi dari manufaktur atau manufacturing ini? Bagaimana sistem pengerjaanya? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Apa itu bisnis manufaktur?

Photo by Hebert Santos from Pexels
Sobat Lakuuu, perusahaan manufaktur adalah suatu badan usaha yang pengerjaanya melibatkan mesin, peralatan berteknologi canggih, yang dilengkapi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai pula sebagai operator mesinnya.

Dalam proses pengerjaanya, perusahaan manufaktur umumnya akan mengubah bahan mentah yang ada, menjadi barang yang memiliki kualitas atau nilai jual yang tinggi.

Selain itu, proses pengerjaan barang mentah ini menggunakan sistem perakitan, yang memungkinkan produk disatukan, satu demi satu, kemudian berpindah dari satu pos ke pos lainnya, terus seperti itu hingga barang tersebut siap untuk dijual.

Biasanya, bisnis manufaktur tidak langsung menjual produknya ke konsumen, walau ada beberapa manufaktur yang melakukannya.

Manufaktur memilih menjual hasilnya ke produsen atau manufaktur lain, distributor, atau bahkan ke wholesaler.

Kenapa manufaktur menjual produknya ke manufaktur lain? Hal ini disebabkan, ada beberapa manufaktur yang hanya membuat suku cadang atau komponen utama dari suatu barang saja.

Nantinya, suku cadang ini akan digunakan oleh produsen lain untuk menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai jual yang tinggi, yang kemudian baru diperjual belikan ke konsumen.

3 Contoh Perusahaan Manufaktur populer di Indonesia


Sobat Lakuuu mungkin masih asing dengan istilah manufaktur ini. Tapi, tidak masalah, karena Sobat Lakuuu sebenarnya tahu apa itu manufaktur dan pasti sering menyebutkannya.

Manufaktur ini kerap disebut sebagai pabrik di Indonesia, dan memang benar. Pabrik melakukan manufacturing, di mana kegiatan di dalamnya adalah umumnya pembuatan dan perakitan dari bahan baku, menjadi barang jadi.

Berikut, tiga contoh perusahaan manufaktur yang populer di Indonesia.

1. Tekstil atau garmen

Banyak pabrik yang mengelola bahan kapas menjadi benang, yang kemudian diolah menjadi kain hingga menjadi pakaian yang layak pakai.

Karena prosesnya yang terbilang panjang, maka tak heran jika industri ini memerlukan banyak tenaga kerja. Banyak masyarakat Indonesia yang bekerja menjadi buruh pabrik, khususnya di bidang tekstil dan garmen ini.

Adapun contoh bisnis manufaktur ini di Indonesia adalah PT. Sri Rejeki Isman.

2. Otomotif

Tidak kalah dengan manufaktur tekstil dan garmen, otomotif juga menjadi salah satu contoh manufaktur yang terbesar di Indonesia.

Bisnis manufaktur otomotif ini melibatkan berbagai mesin berteknologi tinggi untuk melakukan proses produksinya.

Berbeda dengan tekstil dan garmen yang memerlukan banyak tenaga kerja di dalamnya, karena sudah memanfaatkan robot dan komputerisasi dalam proses manufakturing nya, maka pabrik otomotif hanya memerlukan sedikit tenaga kerja.

Adapun barang hasil produksi dari pabrik otomotif ini adalah suku cadang kendaraan, motor, mobil, dan kendaraan lainnya.

Contoh industri otomotif yang terkenal di Indonesia adalah Astra Group.

3. Elektronik

Elektronik memiliki target market yang lebih luas karena produk yang dihasilkan kerap kali digunakan oleh masyarakat.

Sama halnya dengan industri otomotif, pabrik elektronik juga menggunakan mesin berteknologi tinggi dalam memproduksi produk-produknya.

Adapun contoh produk dari industri elektronik ini adalah televisi, komputer, dispenser, AC, kipas angin, kompor listrik, dan barang-barang lain yang memerlukan listrik dalam pengoperasiannya.

3 Sistem Pengerjaan Manufaktur yang Umum Digunakan


1. Make-to-Stock (MTS)

Jenis produksi manufaktur yang pertama adalah Make-to-Stock. Manufaktur ini bekerja dengan mengandalkan data permintaan masa lalu, yang kemudian memprediksi permintaan di masa yang akan datang.

Kekurangan sistem ini adalah seringkali data yang dihasilkan meleset, dan membuat produksi menjadi terlalu sedikit, atau bahkan terlalu banyak.

2. Make-to-order (MTO)

Sistem yang satu ini mirip dengan made by order, di mana suatu produksi baru akan dibuat begitu ada permintaan.

MTO akan memproduksi suatu barang yang disesuaikan dengan spesifikasi pembeli. Kemudian, pembuatan produk hanya akan dimulai saat pembayaran selesai dan pesanan telah diterima.

Hal di atas tentu saja akan memotong persediaan yang berlebihan, namun pembeli diharuskan untuk menunggu dalam rentang waktu yang cukup lama.

3. Make-to-Assamble (MTA)

Strategi sistem pengerjaan ini merupakan kombinasi dari MTS dan MTO. Sistem ini mengandalkan perkiraan permintaan untuk menyimpan komponen utama suatu produk, dan akan merakitnya begitu pesanan diterima.

Para pembeli bisa menyesuaikan produk, dan menerimanya lebih cepat karena manufaktur sudah menyiapkan suku cadang atau komponen utamanya yang siap diolah.

Tapi, jika pesanan tidak masuk, maka ketersediaan suku cadang tidak digunakan.