Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon

Persiapan Memulai Usaha Apapun dengan Meminimalisir Risiko

by Lakuuu 11 May 2021

persiapan-memulai-usaha
Persiapan memulai usaha sangat penting untuk dilakukan, lho. Baik itu usaha kuliner, wisata, jasa, atau jual beli barang apapun. Peluang dalam sebuah usaha sangat luas, karena segala kata kerja dalam KBBI yang diimbuhi dengan kata me- merupakan sebuah usaha. Contohnya, menasihati (Mario Teguh), menjual (jual beli), membantu (jasa), menyewakan (kendaraan), dan ribuan me yang lainnya.


Orang bijak mengatakan bahwa, jika seseorang serius dan fokus melakukan usaha, uang pun akan mengikuti. Hal ini merupakan metakognisi (berpikir tentang cara berpikir) untuk memiliki mental seorang pengusaha. Memikirkan hal baik, tahu di mana letak kesempatan, dan segera mengambil tindakan dari kesempatan tersebut.


Dengan melakukan tiga hal di atas, usaha apapun yang sedang kamu rencanakan, bangun, atau jalankan, nantinya pasti minim resiko atau kerugian. Dunia wirausaha sangat luas, cara satu orang menjalankan bisnis bisa berbeda dengan orang lainnya. Jadi, untuk kamu yang punya paradigma dan jalan berbeda, jangan ragu untuk memulai dan tetap percaya diri!

Tepat Persiapan Memulai Usaha


Kita semua mengetahui bahwa segala sesuatu yang bermanfaat akan menghasilkan. Namun, artikel ini akan lebih fokus pada usaha jual beli, baik barang maupun jasa. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Memikirkan Ide dan Peluang di Awal

Kalau kamu ingin memulai sebuah usaha, langkah awal yang harus kamu lakukan adalah memikirkan ide dan memperhitungkan peluang dari ide tersebut. Katakanlah kamu memiliki keahlian dan pengetahuan atau bahkan hobi yang dalam tentang ternak lele, tekstil dan garmen hingga makanan ringan. Keahlian tersebut dapat menjadi ide awal dari usahamu, misalnya mengolah ternak lele menjadi lele tepung yang siap dimasak. 


Peluang merupakan prediksi dalam persiapan memulai usaha. Prediksi tersebut bisa meliputi faktor yang mendukung dan membantu analisis risiko. Waktu yang tepat juga sangat berpengaruh misalnya, seorang petani akan memperhatikan musim dan harga di masa mendatang jika datang waktu panen.


Segala hal mengenai ide hingga peluang harus kamu pikirkan matang – matang. Bahkan perlu untuk kamu tulis dalam sebuah rencana garis besar, karena nantinya rencana ini akan sangat berguna untuk mengait rekan, mitra, hingga karyawan.

2. Mencari Mitra yang Loyal

Seiring berkembangnya usaha, menjalankannya sendirian mungkin akan terasa sulit, Suatu saat kamu akan membutuhkan mitra atau rekan dalam memperluas usahamu. Persiapan untuk memulai usaha yang satu ini bisa dibilang perlu dilakukan. Pasalnya, banyak orang mengatakan dua kepala lebih baik daripada satu kepala. Dengan pemikiran, masukan, kritikan dari mitra yang loyal, ide dan rencana besarmu di awal akan semakin matang.


Hal yang perlu diingat, kamu harus memilih rekan yang loyal dan memiliki integritas yang baik denganmu. Rekan yang loyal akan benar-benar bekerja dan berpikir keras demi kemajuan usaha kalian kedepannya. Dia akan memberikan dukungan tanpa kamu minta karena usaha ini juga penting baginya. Dukungan dari orang yang tepat akan membantu usahamu melejit seperti mobil dengan turbo.

3. Branding dan Marketing

Setelah ide benar – benar matang, maka akan muncul produk yang disasar. Sebagai contoh, pada usaha jual beli makanan ringan, kemasan atau packaging merupakan hal yang perlu diperhatikan supaya produkmu mudah dikenal. Hal ini merupakan salah satu strategi branding dan marketing


Branding
dan marketing yang tepat merupakan kunci sukses suatu usaha. Branding dilakukan untuk menciptakan sebuah brand yang memiliki citra kuat dan positif. Marketing meliputi hal – hal yang berkenaan dengan metode promosi, bisa melalui media sosial, website, atau secara langsung. Perhatikan juga faktor pasar dan sasaran konsumen. Apakah produk kamu akan diterima di kalangan menengah ke bawah atau ke atas? Setelah kamu mengetahui sasaran pasar untuk produk kamu, segala kegiatan branding dan marketing harus dilakukan sesuai dengan selera dan perilaku sasaran kamu.

4. Menjual Produk dengan Ramah

Jika kamu menggunakan metode marketing secara online, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, seperti interface atau tampilan website yang menarik hingga kecepatan dan keramahan pelayanan yang diterima konsumen. Ketika calon konsumen menghubungi toko kamu untuk menanyakan produk, harga, atau hal lainnya, usahakan menjawab secara cepat dan ramah.


Pada tahap ini, sikap profesional sangat dibutuhkan. Jangan mencampur – adukkan masalah pribadi dengan pelayanan kepada calon konsumen. Apabila kamu mempekerjakan agen customer service atau admin untuk menjawab pertanyaan & keluhan konsumen, ajari mereka untuk melakukan hal yang sama. Tetap layani calon konsumen dengan sopan dan ramah.

5. Amati, Tiru, dan Modifikasi Teknik Berjualan

Setelah persiapan memulai usaha telah dilakukan, tentunya produk kamu akan berjalan dan dikenal. Seunik apapun produk yang kamu jual, pasti selalu ada kompetitor atau saingan yang juga menawarkan produk serupa.  Kamu mungkin akan berhadapan dengan toko-toko besar, yang telah menerapkan metode marketing raksasa. Tapi tak perlu khawatir, yang perlu kamu lakukan adalah mencari dan menonjolkan sisi unggul dari produk kamu supaya mampu bersaing.


Selanjutnya amati, tiru, dan modifikasi metode berjualan (baik online maupun offline) dari toko yang sudah berkembang. Setiap cara akan selalu bersifat dinamis, artinya cara berjualan dari waktu ke waktu akan berubah dan berkembang. Kamu akan merasa kesulitan jika terus memakai cara jualan konvensional saat berada di tengah zaman digital.

6. Manajemen Keuangan

Pendapatan yang diperoleh harus dikelola dengan baik dan benar. Kamu bisa mengelola keuangan usaha kamu melalui pencatatan atau pembukuan baik pemasukan, pengeluaran, sampai dana perbaikan tidak terduga. Segala hal mengenai arus keluar masuk kas setidaknya diketahui, sehingga jika ada suatu masalah dapat dengan mudah dianalisis dan diselesaikan dengan cepat dan tepat.

7. Belajar dari Kesalahan

Setiap usaha suatu saat pasti  akan mengalami kendala. Dari kendala kecil yang langsung selesai, sampai kendala besar yang rumit hingga membuat kamu pusing tujuh keliling. Tetap jaga ketenangan dan ambil sisi baiknya dari kesalahan atau masalah yang muncul. Bahkan kalau perlu kamu harus bertarung dengan diri sendiri.


Tanamkan dengan yakin bahwa: jika saya bangkrut 100 kali, saya akan bangkit 101 kali! Setiap kita mengalami masalah atau kegagalan selalu ada pelajaran yang dapat diambil. Misalnya kamu terlalu cepat mempercayai orang lain, maka selanjutnya kamu harus lebih teliti dan berhati-hati ketika mengambil keputusan dan berhadapan dengan orang baru. Gunakan pengalaman-pengalamanmu sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik di waktu mendatang.

8. Mengembangkan Usaha

Berdasarkan poin-poin diatas, satu hal yang pasti adalah persiapan butuh waktu. Mulailah mempersiapkan usahamu dari sekarang dan gunakan waktumu dengan bijaksana. Ketika kamu sudah berhasil memulai, mengembangkan usaha merupakan proses yang akan terus berlanjut.


Saran kami, dalam kegiatan kamu sehari-hari, mulailah melatih diri dan menumbuhkan mental sebagai seorang pengusaha. Mental yang ulet, berpikir out of the box, dan berani mengambil resiko dengan pertimbangan yang matang. Jika semua sudah berjalan, maka langkah selanjutnya adalah mengembangkannya hingga besar.


Demikianlah beberapa persiapan memulai usaha yang bisa kamu terapkan. Mulailah usahamu sedini mungkin, di bidang yang telah kamu minati. Manfaatkan kesempatan dengan baik dan jangan takut mengambil resiko!