Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Insight

Pentingnya Personal Brand Penting Bagi Para Influencer?

by Lakuuu Team 24 October 2021

personal-brand
Sobat Lakuuu, mungkin ada sedikit misconception antara influencer yang kita ketahui di dunia media sosial, dengan pekerjaan seorang influencer “yang benar-benar” mampu memengaruhi masyarakat.

Seperti namanya, influencer adalah seseorang yang mampu menanamkan suatu pemikiran, menginformasikan, serta dapat mengubah pandangan masyarakat luas mengenai hal atau isu tertentu.

Kenapa seorang influencer bisa mengubah pandangan orang lain? Personal brand adalah jawabannya. Tidak hanya sebatas mengajak para pengikutnya untuk menggunakan produk dari brand tertentu, para influencer juga diharuskan membangun personal brand-nya.

Apa itu personal brand?


Jika kita mengutip kata dari Founder Amazon Jeff Bezos, “merek kamu adalah apa yang orang-orang katakan tentang dirimu ketika kamu tidak ada di dalam ruangan.”

Membangun personal brand, baik untuk perusahaan maupun untuk diri sendiri sangat penting untuk dilakukan.

Image apa yang ingin Sobat Lakuuu bentuk di masyarakat. Apakah Sobat Lakuuu ingin dikenal sebagai seorang influencer yang baik, suka menolong, dan menginspirasi, atau influencer yang tidak bertanggung jawab, dan suka membicarakan orang lain.

Personal brand yang baik adalah yang teringat oleh masyarakat luas. Saat seseorang mengenali suatu merek atau seorang influencer, maka mereka akan mengingat hal-hal yang berhubungan dengan personal brand yang mereka tanamkan di masyarakat.

4 Tips Membangun Personal Brand untuk Para Influencer


Harus diakui, menanamkan citra yang kita kehendaki di tengah masyarakat sangatlah sulit. Selain memberikan konten secara rutin, membangun personal brand juga memerlukan dedikasi yang tinggi pada orisinalitas atau keaslian dalam berbagai cara.

1. Menemukan niche yang tepat

Sebelum menemukan niche yang tepat, Sobat Lakuuu harus tahu siapa diri Sobat Lakuuu dan apa goals atau tujuan Sobat Lakuuu menjadi seorang influencer.

Coba untuk segera menggali lebih dalam tentang diri sendiri, sehingga Sobat Lakuuu tahu tema apa yang nanti bisa diinformasikan kepada niche.

Bagi yang belum tahu, niche market adalah target pasar yang lebih spesifik. Para niche inilah yang umumnya memiliki masalah, dan mencari cara untuk memecahkannya.

Tugas Sobat Lakuuu sebagai influencer adalah membantu para niche yang menghadapi permasalahan tersebut, untuk diberikan solusi yang tepat.

Perlu Sobat Lakuuu ketahui, mendapatkan uang dari merek tertentu dan mempromosikan produk atau jasa yang mereka miliki, kini kurang menarik perhatian banyak orang lagi. Inilah salah satu alasan banyak konten kreator yang berakhir di jalan buntu.

Tapi, bukan berarti Sobat Lakuuu menolak adanya kesempatan untuk bisa berkolaborasi dengan merek-merek tertentu. Hal yang terpenting adalah untuk menjadi jujur dengan diri sendiri, agar informasi dapat tersampaikan dan diterima dengan sepenuh hati oleh para pengikut.

2. Membuat konten yang relate dan menginspirasi

Untuk membangun pengikut dan menciptakan image di tengah masyarakat, sangat penting untuk membuat konten yang relate atau memiliki korelasi dengan target market, dan tentu saja menginspirasi.

Para influencer ini haruslah membuat suatu konten yang mampu menambah nilai atau value ke dalam kehidupan niche, sehingga konten yang disuguhkan haruslah bermanfaat dan menarik, tapi juga tetap relatable.

Selalu ingat, bahwa orang-orang ingin mengikuti akun Sobat Lakuuu, karena konten yang dibawakan mampu menginspirasi mereka, tapi juga tidak terlalu jauh dari realitas kehidupan yang mereka jalani.

3. Fokus pada personal brand yang sudah dibuat

Saat personal brand sudah dibuat, sangat penting bagi para influencer untuk tetap fokus terhadap personal brand tersebut. Dalam arti kata, tidak mengubah personal brand terus-menerus.

Daripada melakukan promosi secara terang-terangan dan menyuruh para pengikut untuk membeli produk atau jasa dari suatu merek, langkah kreatif yang bisa dilakukan adalah dengan menginformasikan kepada masyarakat mengenai value atau benefit dari merek tersebut.

Dalami kegunaan atau fungsi dari produk atau jasa brand tersebut, sehingga Sobat Lakuuu bisa menyesuaikannya dengan personal brand yang dimiliki.

4. Setia dengan tema

Sobat Lakuuu, alasan kenapa banyak influencer pemula yang bisa dibilang “gagal” saat pertama kali menjadi seorang influencer adalah karena kerap mengganti tema yang sudah ditetapkan.

Saat seorang influencer mengganti tema kontennya, itu juga berdampak pada personal brand influencer dan niche yang telah ditentukan di awal.

Setia dengan tema, niche, dan personal brand adalah hal yang wajib dilakukan oleh para influencer. Hal ini juga menghindari dari adanya kesalahpahaman dan kebingungan di antara para pengikut.

Baik Sobat Lakuuu ingin menjadi atau seorang influencer, memiliki personal brand adalah hal yang terpenting di masa sekarang.

Memiliki personal brand dapat mendatangkan keuntungan tersendiri bagi Sobat Lakuuu, di saat banyak orang yang justru mengesampingkan “suara asli” mereka.

Memproduksi konten yang informatif dan konsisten pada bidang yang Sobat Lakuuu sukai, secara tidak langsung akan menanamkan kepercayaan, serta kredibilitas di antara pengikut atau niche di dalam industri yang Sobat Lakuuu pilih.