Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Insight

Product Placement: Strategi Pemasaran Kreatif Kekinian

by Lakuuu Team 15 October 2021

product-placement
Seiring berjalannya waktu, strategi pemasaran mengalami perubahan yang cukup signifikan. Salah satu metode pemasaran inovatif yang banyak diminati oleh banyak perusahaan dan brand adalah product placement.

Teknik yang memanfaatkan film atau acara program dalam menjalankan promosi nya ini, terlihat sangat natural sehingga para penonton seakan tidak menyaksikan tayangan iklan.

Sebelum melangkah lebih lanjut mengenai product placement ini, mari kita bahas definisi tentang product placement ini dan apa saja jenis-jenisnya.

Apa yang dimaksud dengan product placement?


Product placement
adalah teknik menempatkan produk, logo atau lambang, merek, hingga kemasan produk tertentu di dalam sebuah film atau media bergerak lainnya.

Terciptanya metode ini disebabkan karena target market merasa terganggu dengan iklan konvensional yang secara gamblang “menyuruh” mereka untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang diiklankan.

Penggunaan teknik inovatif ini terbilang sangat efektif, mengingat product placement tidak mengajak secara langsung seseorang untuk membeli produk, melainkan memberikan gambaran kegiatan mengkonsumsi barang atau merek tersebut.

Dengan cara seperti ini, para penonton seolah-olah membutuhkan produk atau jasa yang sedang digunakan oleh para aktor, dan memunculkan minat beli.

Perhatikan contoh product placement dari permen kopi Kopiko di dalam drama Korea ‘Mine’ berikut.

Di sini, permen Kopiko mengalir dengan sempurna dan menyatu ke dalam cerita.

Seakan-akan, permen Kopiko ini adalah jawaban bagi setiap orang yang ingin tetap fokus, tanpa harus meminum kopi.

Para pemain tidak menyebutkan manfaat atau kelebihan dari kopi ini secara formal. Namun, sikap atau gestur tubuh para pemain menggambarkan manfaat yang dirasakan setelah memakan permen Kopiko.

Intinya, semakin alami dan masuk product placement ke dalam sebuah cerita di dalam film atau media bergerak lainnya, semakin besar ketertarikan penonton kepada produk atau jasa tersebut.

3 Jenis product placement


1. Implicit Strategy Product Placement

Jenis product placement yang satu ini terbilang pasif. Hal tersebut disebabkan karena merek, jasa, produk ataupun perusahaan ditampilkan tanpa menginformasikan secara aktif kelebihan ataupun manfaatnya dalam sebuah film atau program acara.

Jenis contoh ini sangat banyak digunakan di berbagai film, program acara, hingga video musik yang memang mementingkan sisi jalan cerita, daripada mengiklankan sebuah produk.

Perhatikan penerapan teknik implicit product placement di bawah.
Contoh di atas merupakan salah satu contoh implicit product placement dari video klip Rich Brian bertajuk ‘100 Degrees’.

Terlihat, logo GOJEK ditampilkan di-background video klip tersebut, namun tidak menjelaskan secara formal tentang manfaat atau kelebihan dari GOJEK itu sendiri.

2. Integrated Explicit Product Placement

Integrated explicit product placement menampilkan logo atau merek dari suatu brand, sekaligus menyebutkan manfaat atau keunggulan yang dimiliki produk atau jasa yang diiklankan.

Dapat disimpulkan, jenis strategi pemasaran ini hampir mirip dengan iklan konvensional pada umumnya, hanya saja jenis product placement ini masih menjadi bagian dari film atau program acara.

Perhatikan iklan Kacang Garuda Atom di bawah ini.

Terlihat sangat jelas, pemain sengaja memegang produk yang logo dan kemasannya dihadapkan ke arah kamera, sehingga para penonton dapat melihat dengan jelas produk yang sedang diiklankan.

Menggunakan metode iklan ini cukup riskan, mengingat para penonton tidak menyukai kehadiran iklan, khususnya saat di tengah-tengah alur cerita sinetron, drama atau film.

3. Non Integrated Explicit Product Placement

Jenis yang satu ini memiliki kemiripan dengan jenis product placement sebelumnya, yaitu sama-sama menampilkan logo atau brand, serta menyebutkan kelebihan dan manfaat dari produk itu sendiri.

Bedanya, non integrated explicit product placement tidak berkaitan dengan alur utama cerita dari film atau program, sehingga product placement ini memiliki alur ceritanya sendiri.
 

Contoh di atas merupakan penerapan non integrated explicit, di mana sang aktris secara gamblang menginformasikan seluruh kelebihan dan manfaat, serta keunikan dari produk mie sehat Lemonilo, daripada mie kebanyakan.

Jenis iklan ini sangat jarang digunakan, mengingat jenis product placement ini sangat mengganggu, terlebih tidak ada hubungannya dengan jalan cerita utama.

Apa saja pengaruh product placement bagi brand?


Faktanya, product placement memiliki pengaruh yang sangat kuat, khususnya untuk brand recall atau mengingatkan kembali ke masyarakat luas tentang keberadaan brand tertentu.

Brand recall ini nantinya akan meningkatkan awareness audience, di mana para penonton dapat mengingat kembali, produk-produk atau merek produk yang terdapat di dalam film, sehingga promosi dapat berjalan dengan baik.

Jika awareness audience mengalami peningkatan, maka saham dari merek tersebut juga akan turut meningkat. Orang-orang akan kembali mengingat brand tertentu,dan berpeluang besar untuk memiliki produk yang persis sama dengan yang ada di film atau program tersebut.