Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Insight

Bagaimana Proses IPO dan Apa Alasan di Baliknya?

by Lakuuu Team 7 September 2021

proses-ipo
Pada tanggal 6 Agustus 2021, PT. Bukalapak.com atau BUKA berhasil mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini sekaligus membuat BUKA menjadi perusahaan teknologi pertama yang masuk di Bursa Efek.

Saat pengumuman pertama IPO Bukalapak, banyak masyarakat yang berbondong-bondong membeli saham perdana Bukalapak, sebelum akhirnya resmi masuk ke Bursa Efek.

Mungkin, Sobat Lakuuu bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan IPO? Bagaimana dan apa alasan perusahaan melakukan IPO? Bagi Sobat Lakuuu yang penasaran, simak informasi lengkap nya berikut ini.

Apa itu IPO?
https://unsplash.com/@nick604
Initial Public Offer atau IPO merupakan langkah yang diambil oleh suatu perusahaan yang menawarkan sahamnya kepada masyarakat untuk pertama kalinya. Umumnya, perusahaan yang melakukan IPO adalah perusahaan yang dulunya berjenis privat.

Karena penawaran ini adalah penawaran yang pertama kalinya, maka IPO juga kerap disebut sebagai Penawaran Saham Perdana (PSP).

Dengan demikian, masyarakat bisa membeli saham dari suatu perusahaan tersebut, sebelum akhirnya melantai di Bursa Efek.

Tujuan perusahaan melakukan IPO adalah untuk bisa mendapatkan lebih banyak modal, dan juga ekuitas yang didapat dari para investor yang tentunya menguntungkan kedua belah pihak. 

Pihak investor akan memperoleh keuntungan dari saham yang telah mereka danai. Kemudian, pihak perusahaan mendapatkan suntikan dana yang bisa diolah untuk lebih mengembangkan perusahaannya.

Bagaimana Proses IPO Perusahaan Berlangsung
https://unsplash.com/@officestock
Ada rangkaian proses yang harus dilakukan saat perusahaan memutuskan untuk IPO. Proses pertamanya adalah dengan memilih underwriter atau yang kerap disebut sebagai Penjamin Emisi Efek.

Penjamin Emisi Efek ini bisa seperti bank investasi, bank komersial dan bahkan broker. Fungsi Penjamin Emisi Efek  adalah untuk mengevaluasi nilai perusahaan, supaya dapat menentukan value atau nilai saham yang akan dijual.

Pihak emiten dan underwriter akan saling bekerjasama untuk untuk menjual emisi baru. Setelah Penjamin Emisi Efek telah dipilih, barulah perusahaan bisa melakukan IPO yang dibagi ke dalam dua tahapan: pre-marketing dan proses IPO.

Pihak Penjamin Emisi Efek akan membuat rancangan berupa proposal serta valuasi dan jenis sekuritas tertentu untuk bisa dikeluarkan.

Tidak hanya itu, nantinya underwriter juga akan mempertimbangkan harga dan jumlah saham yang dibuka untuk publik.

Setelah kedua belah pihak, underwriter dan perusahaan sepakat, maka tim pelaksanaan IPO dapat dibuat. Dalam tahap ini, pengacara, underwriter, SEC dan CPA juga akan turut andil dalam proses yang diperlukan, agar IPO dapat berjalan dengan lancar.

Setelahnya, Board of Directors atau Dewan Bisnis Komisaris Perusahaan akan dibuat. Terakhir, pengumuman IPO pun dapat diterapkan atau dilaksanakan.

3 Faktor Perusahaan Melakukan IPO atau Go-Public
https://unsplash.com/@austindistel
Ketika suatu perusahaan telah memutuskan untuk go-public, maka masyarakat dari berbagai kalangan dapat melakukan kegiatan jual beli saham perusahaan tersebut.

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan memutuskan untuk mengubah melakukan IPO. Adapun faktor utamanya adalah,

  1. Membutuhkan Tambahan Modal
Alasan utama perusahaan melakukan IPO adalah karena perusahaan tersebut sedang memerlukan suntikan modal demi keperluan operasionalnya.

Perusahaan yang melakukan IPO umumnya memiliki rencana jangka panjang yang besar, di mana biasanya mereka ingin melakukan ekspansi untuk meningkatkan jangkauan konsumen atau produksinya.

Di samping itu, perusahaan yang melepas saham ke bursa efek juga menandakan bahwa perusahaan tersebut sedang naik daun, khususnya di mata para investor.

2. Nilai Perusahaan Akan Meningkat
Value perusahaan berpeluang besar untuk meningkat di masa depan, saat suatu perusahaan melakukan IPO.

Tapi, hal di atas baru dapat terjadi, apabila perusahaan mampu mempertahankan atau meningkatkan performanya dengan maksimal, sehingga nilai saham yang dimiliki para investor akan turut meningkat.

3. Besarnya Potensi untuk Tumbuh Lebih Pesat
Poin ini berhubungan dengan poin pertama, di mana perusahaan ingin meningkatkan jangkauan konsumennya dengan mengadakan ekspansi.

Muncul sebuah pertanyaan, yang menanyakan kenapa tidak menggunakan uang internal untuk mengembangkan perusahaan? Bisa saja! Namun, akan memakan waktu yang lebih lama dengan hasil yang terbatas.

Saat perusahaan memperoleh dana investasi, maka perluasan dapat dilakukan lebih cepat dan maksimal. Ini juga mendatangkan win-win baik kepada perusahaan itu sendiri, maupun kepada para pemegang saham.

Apa Dampak Positif IPO Bagi Masyarakat Luas? 

IPO menjadi sebuah tanda yang baik di suatu negara. Saat banyak perusahaan yang melakukan IPO, bisa dikatakan kondisi perekonomian negara tersebut cenderung positif.

Karena sifat dari IPO ini adalah terbuka, maka hampir seluruh masyarakat bisa menjadi para investor dan mendapatkan keuntungan setiap tahunnya berupa dividen.

Dengan banyaknya perusahaan yang mengadakan IPO serta aktifnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi, perekonomian negara pun akan jauh lebih lancar.