Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon

Memahami Pengertian Churn dan Tips Mengantisipasinya

by Lakuuu 5 May 2022

memahami-churn-dan-tips-mengantisipasinya

Memahami pengertian churn sangat penting dilakukan terutama bagi yang berkecimpung dalam dunia marketing atau bisnis. Apa hubungannya antara churn dengan marketing? Jadi, churn rate merupakan sebuah istilah yang sering digunakan dalam dunia marketing. 

Secara singkat, churn rate merupakan persentase pelanggan yang berhenti menggunakan sebuah produk dalam kurun waktu tertentu. Jadi, bisa dikatakan pelanggan tidak lagi bertransaksi dengan pemilik bisnis.

Situasi ini tentu saja tidak diinginkan terjadi dalam menjalankan bisnis. Sebab, tujuan dari sebuah bisnis adalah menjaga supaya customer tetap berlangganan dengan produk tersebut. Agar lebih jelas, simak uraian berikut.

 

Memahami Pengertian Churn dalam Dunia Marketing atau Bisnis

Memahami tentang pengertian churn dalam dunia marketing sangat penting apalagi jika Sobat Lakuuu berkecimpung di dalamnya. Jadi, pengertiannya yaitu persentase pelanggan yang sebelumnya menggunakan produk, akhirnya memutuskan hubungan transaksi bisnis dalam waktu tertentu.

Setelah memahami pengertian churn kemudian cara menghitung churn rate sangat mudah. Sobat Lakuuu hanya perlu menghitung jumlah pelanggan yang berhenti pada waktu tertentu, kemudian membaginya terhadap jumlah pelanggan yang Sobat Lakuuu peroleh dalam kurun waktu bersamaan.

Jika hasil persentasenya tinggi, maka menandakan nilai growth rate bisnis lebih rendah. Namun memperoleh pelanggan baru itu lebih sulit dibandingkan mempertahankan yang sudah ada.

Upaya mempertahankan pelanggan lama ini juga bisa memberikan dampak lebih besar terhadap nilai growth rate. Ketika persentase churn rate tinggi, berarti Sobat Lakuuu perlu mengetahui penyebabnya mengapa bisa meningkat.


Setelah Memahami Pengertian Churn, Simak Tips Mengantisipasinya Berikut

Pemilik bisnis harus bisa menemukan solusi dari permasalahan meningkatnya persentase churn rate. Nilai persentase ini akan dijadikan patokan untuk menentukan langkah apa yang sebaiknya diambil, apakah sudah cukup baik atau perlu perbaikan lagi.

Persentase churn rate juga bisa menggambarkan kondisi keuangan sebuah bisnis. Sebelum mengalami churn rate tinggi, Sobat Lakuuu perlu mengantisipasinya sebagai upaya pencegahan. Setelah memahami pengertian churn, yuk simak tips mengantisipasi berikut.

1. Pahami Penyebab
Salah satu tips untuk mengantisipasi churn rate yaitu dengan memahami penyebabnya secara teliti dan mendetail. Cari tahu mengapa pelanggan tidak menggunakan produk Sobat Lakuuu lagi.
 
Selesaikan terlebih dahulu permasalahannya, sebelum mencari cara untuk memperluas pasar. Lihatlah trend dari data yang ada. Perhatikan kapan pelanggan banyak yang berhenti menggunakan produk.
 
Apalagi angka persentase churn rate setiap periode akan berbeda. Meskipun pada periode tertentu persentasenya rendah, tidak menjamin periode berikutnya akan mengalami hal serupa. Maka dari itu dibutuhkan pengawasan rutin.
 
Pertimbangkan apakah dengan kondisi yang ada, dibutuhkan fitur tambahan atau diperlukan perubahan terhadap aspek tertentu. Amati juga produk baru keluaran kompetitor apakah lebih murah dan menarik serta berbagai kemungkinan lainnya.

2. Selesaikan Masalah Internal dan Eksternal 
Setelah mengetahui penyebabnya, baik itu internal maupun eksternal, Sobat Lakuuu bisa menyelesaikan permasalahannya. Contoh faktor internal yang kemungkinan terjadi yaitu barang hasil produksi sudah tidak layak, sehingga perlu diperbaiki kualitasnya.
 
Sedangkan salah satu contoh faktor eksternal penting diperhatikan yaitu kondisi produk kompetitor yang dipakai para konsumen. Perhatikan apa yang membuat produk mereka lebih menarik perhatian, untuk kemudian dijadikan evaluasi.
 
3. Lebih Proaktif
Lebih proaktif terhadap para pelanggan juga bisa menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi kenaikan churn rate. Mintalah feedback kepada mereka, tanyakan mengenai kritik dan saran terhadap produk maupun sistem pemasaran Sobat Lakuuu.
 
Cara lainnya yaitu dengan memberikan penawaran menarik. Salah satunya berupa diskon supaya para pelanggan semakin yakin bahwa Sobat Lakuuu perduli terhadap keberadaan mereka.

4. Komunikasi kepada Konsumen
Sangat penting bagi pemilik bisnis untuk memberikan feedback kepada para pelanggan. Salah satu caranya yaitu dengan berkomunikasi kepada para konsumen mengenai produk serta pelayanan yang Sobat Lakuuu berikan.
 
Pada kondisi ini, Sobat Lakuuu perlu membicarakannya secara langsung. Tujuannya tidak lain supaya mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai hal-hal apa saja yang memang harus diperbaiki untuk mempertahankan kenyamanan pelanggan.

5. Fokus kepada Pelanggan Setia
Tips mengantisipasi terakhir untuk mencegah kenaikan churn rate yaitu fokus kepada pelanggan setia. Perhatikan data pelanggan yang Sobat Lakuuu miliki. Dari data ini Sobat Lakuuu bisa menentukan langkah untuk lebih memperhatikan pelanggan setia.
 
Misalnya pelanggan akan lebih sering melakukan transaksi ketika memperoleh email marketing pada waktu tertentu. Sobat Lakuuu bisa mengirimkan email dengan intensitas lebih sering pada waktu tersebut dengan pesan lebih personal.
 
Mengenai cara memperlakukan pelanggan setia, menyesuaikan dengan kebiasaan transaksi mereka. Bisa menjadi berbeda antara kenyamanan perlakuan terhadap konsumen satu dengan lainnya.
 
Berbagai data yang ada bisa Sobat Lakuuu jadikan pertimbangan untuk menentukan akan membuat keputusan seperti apa. Jagalah pelanggan agar senantiasa mendapatkan kenyamanan.

 
Bisa disimpulkan bahwa kenaikan persentase churn rate bukanlah aspek yang diinginkan dalam sebuah bisnis. Sebab, dalam bisnis menjaga pelanggan supaya tetap menggunakan produk Sobat Lakuuu sangatlah penting dilakukan.
 
Ketika Sobat Lakuuu mencari pelanggan baru, tentu pengeluaran biaya lebih tinggi. Sebab, harus menggunakan strategi khusus untuk membuat mereka tertarik. Tidak hanya penting memahami pengertian churn saja, perhatikan juga cara untuk mengantisipasi.