Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Insight

7 Cara Mengatur Keuangan di Masa Pandemi, Agar Pengeluaran Tidak Membengkak dan Bisa Tetap Menabung

by Lakuuu Team 23 July 2021

mengatur-keuangan-di-masa-pandemi
Pandemi Covid-19 berhasil membuat kondisi ekonomi berbagai negara kolaps, termasuk Indonesia. Walaupun saat ini upaya terus dilakukan untuk mengantisipasi masalah keuangan yang lebih krusial. Masyarakat tentu terkena imbasnya, dengan harga kebutuhan melambung tinggi dan berbagai keterbatasan usaha dan lapangan pekerjaan.

Alhasil, perlu cara yang tepat untuk mengatur keuangan supaya tidak jatuh miskin dan tetap bisa bertahan hingga Pandemi berakhir. Berikut ini tujuh cara yang bisa Sobat Lakuuu terapkan jika tak ingin ikut kolaps seperti banyak orang di luar sana.

Usahakan Tetap Menabung

Menabung itu bisa dijadikan penyelamat di masa-masa sulit, maka jangan pernah abaikan usaha untuk menabung. Walaupun mungkin jumlahnya tidak sebanyak dulu, tapi usahakan untuk tetap rutin menabung di masa Pandemi.

Sobat Lakuuu bisa memanfaatkan celengan manual yang bisa dibeli di supermarket, kemudian jika jumlahnya sudah cukup banyak dapat dialihkan ke bank agar lebih aman.

Sebagai ilustrasi, ketika Sobat Lakuuu biasanya menabung Rp. 100 ribu setiap minggu, maka sekarang bisa diteruskan dengan menabung Rp. 50 ribu saja. Sisanya bisa digunakan untuk kebutuhan lain.


Cari Kerja Sampingan

Jangan hanya berkutat dengan pekerjaan yang digeluti sekarang, apalagi kalau Sobat Lakuuu bekerja di sebuah perusahaan. Bisa jadi dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil, perusahaan mengambil langkah perampingan karyawan dan Sobat Lakuuu salah satu yang dirumahkan.

Usahakan mulai sekarang mencari kerja sampingan, yang bisa dijadikan sumber penghasilan tambahan. Misalnya, ketika Sobat Lakuuu bekerja kantoran coba usaha sampingan dengan memanfaatkan hobi memasak, yaitu buka katering atau menjual cemilan.


Beli Barang Promo

Untuk memenuhi kebutuhan harian hingga bulanan, Sobat Lakuuu bisa beralih dengan memilih produk-produk promo yang harganya lebih murah dari harga produk normal. Cara ini akan meminimalisir pengeluaran untuk sementara waktu, sehingga Sobat Lakuuu bisa tetap melakukan berbagai aktivitas tanpa khawatir kehabisan uang.

Contohnya, untuk produk rumah tangga seperti sabun, shampo, hingga perlengkapan lain lebih baik mencari produk promo yang biasanya disediakan pihak supermarket atau mall. Tapi, tentunya harus tetap memperhatikan kualitas dan kebutuhan. Jangan hanya memperhitungkan promo dan membeli produk yang ternyata tidak termanfaatkan. Hal ini justru menjadi sumber pengeluaran besar yang sangat tidak bermanfaat.


Prioritas Bayar Hutang

Bagi Sobat Lakuuu yang masih terlilit hutang kredit pembelian produk di perbankan atau pihak ketiga, usahakan untuk menjadikannya prioritas pengeluaran bulanan. Sehingga, tidak perlu harus menunggak pembayaran yang akan membuat pengeluaran semakin besar.

Jika pembayaran hutang sudah selesai, stop untuk berhutang lebih banyak lagi. Prioritaskan pengeluaran untuk hal-hal yang benar-benar dibutuhkan, ketimbang harus terjerat hutang yang tak ada habisnya.

Contoh, Sobat Lakuuu masih punya cicilan kredit motor tiga bulan lagi. Maka usahakan untuk menyelesaikan cicilan tepat waktu. Kemudian, anggaran yang biasanya dipakai untuk bayar cicilan nantinya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.


Investasi

Kenapa investasi? Jangan berpikir bahwa investasi yang Sobat Lakuuu lakukan akan menguras uang. Sobat Lakuuu bisa memilih investasi skala kecil tapi kontinu dilakukan, contohnya investasi emas dengan membeli emas secara berkala sesuai jumlah anggaran yang ada.

Bisa juga dengan investasi saham atau reksadana, tapi harus dibarengi dengan pengetahuan yang cukup tentang instrumen investasi tersebut. Supaya, ketika sudah terjun ke dunia investasi digital tersebut Sobat Lakuuu tidak menderita kerugian akibat pemahaman yang kurang.


Catat Arus Kas

Jangan lupa untuk selalu mencatat arus kas setiap hari. Berapa kas yang tersedia, apa saja pengeluaran Sobat Lakuuu, berapa tabungan, hingga berapa dana darurat. Dengan begitu, Sobat Lakuuu bisa lebih fokus pada pengeluaran yang wajib dan meminimalisir belanja yang tidak terlalu penting.


Jangan Konsumtif

Jika dulu Sobat Lakuuu adalah orang yang konsumtif dan suka belanja, saat ini rem kebiasaan tersebut kalau tak ingin keuangan jadi bermasalah dan berujung tidak adanya dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan.

Buat prinsip tegas untuk diri sendiri, salah satunya tidak belanja baju setiap bulan. Kemudian mengalokasikan dana belanja tersebut untuk ditabung dan masuk anggaran tak terduga.

Ingat! Belum ada yang tahu kapan Pandemi berakhir, jadi sebaiknya Sobat Lakuuu tidak mematok sampai kapan kebiasaan konsumtif tersebut dihentikan. Percayalah, hemat itu lebih nikmat untuk masa depan.

Itulah tujuh cara yang bisa Sobat Lakuuu lakukan untuk mengatur keuangan, selama Pandemi masih belum berakhir. Hindari pemborosan dan maksimalkan hidup hemat dan tetap menabung.