Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Inspirasi

Inilah 3 Cara Menghadapi Quarter Life Crisis dengan Mudah

by Lakuuu 2 January 2022

cara-menghadapi-quarter-life-crisis
Zaman milenial seperti sekarang sangat rentan dengan sisi psikologis, apalagi ditambah dengan perkembangan teknologi yang dapat menstimulasi terjadinya hal yang diinginkan. Lalu, ada cara menghadapi quarter life crisis di masa kini semakin gencar digemakan.

Memahami quarter life crisis ternyata hampir sama dengan penyakit kejiwaan, dimana anak muda kisaran 18-25 tahun memiliki pemikiran masa depan yang aktif. Perlu diketahui Sobat Lakuuu biasanya memikirkan bagaimana ke depan atau melakukan apa di kemudian hari.

Kemudian tidak hanya pada pusat pikiran saja, batin atau jiwa juga bisa terpapar dari lingkungan eksternal. Misal pada media sosial dan ruang pertemanan, dimana biasanya ada banyak perbandingan, sesuatu mewah bahkan bisa terpana untuk memaksakan kehendak.

Namun, sebelum itu dapat diulas secara mendasar agar mengetahui bagaimana mengendalikan kejiwaan dengan baik. Kemudian Sobat Lakuuu bisa melakukan step by step supaya terhindar dari gejala insecure, anxiety maupun toxic possibility.

Gejala Quarter Life Crisis Dapat Ditanggulangi dengan Cara ini

Permasalahan anak muda zaman sekarang ada saja ragamnya, mulai dari kurangnya kepercayaan diri, overthinking, sampai khawatir atau cemas berlebihan. Ini semua berawal dari kebingungan ketika menatap masa depan yang sudah di depan mata.

Karena berkisar pada umur aktif berpikir, bergerak, interaksi dan sebagainya justru sangat mudah terjangkit hal demikian, dimana sekuat apapun Sobat Lakuuu menahan laju pikiran tidak mampu membendung puluhan bahkan ratusan pandangan negatif yang perlu di filter.

Adapun latar belakang paling mendasar yang menyebabkan anak muda bisa mudah terjerat dalam lingkaran ini, yakni lingkungan sosial secara nyata memberikan kontribusi negatif atau berdekatan dengan media sosial.

Berbagai macam perbandingan antara kebahagiaan yang ditampilkan di dunia maya seringkali mengancam kesehatan mental. Adapun cara menghadapi quarter life crisis paling ampuh yakni meyakinkan diri bahwa tidak bisa diganggu dengan perihal demikian.

Sehingga mampu memberi stimulus serta kontribusi positif terhadap mental, pikiran hingga memengaruhi lingkungan sekitar. Lebih bagusnya lagi jika Sobat Lakuuu mampu mengentaskan penderitaan semacam ini, karena dikhawatirkan akan berdampak serius.

Pertanyaan selanjutnya sering dilontarkan di beberapa kolom komentar atau linimasa, ketika mengalami hal tersebut, ada baiknya memperhatikan ulasan terbaik untuk self healing yang paling recommended buat kesehatan mental Sobat Lakuuu.

Mulai Lakukan 3 Cara Menghadapi Quarter Life Crisis dari Sedini Mungkin

Bila sudah terasa gejala berpikir lebih aktif atau memikirkan hal yang tidak bisa terjadi, maka ada baiknya untuk mengambil jarak dan memperhatikan kesehatan diri. Sehingga nantinya tidak akan terkena imbas dari lingkungan yang toxic atau berpengaruh pada jiwa.

Kemudian, ada beberapa cara untuk menjalin kekuatan mental di masa pandemi seperti ini, apalagi arus pertumbuhan teknologi kian pesat menyebabkan mudah terpengaruh dalam perihal tidak diinginkan.

Misalnya saja pada keinginan untuk berubah dan berjuang, namun terus saja dihalangi oleh berbagai oknum atau ruang lingkup tidak mendukung pertumbuhan dan menyehatkan. Sebaiknya Sobat Lakuuu perlu membaca artikel ini supaya lebih bisa menyembuhkan diri.

1.
 Mulai Berhenti Membandingkan Diri dengan Keadaan

Biasanya kisaran umur remaja sampai dewasa ketakutan akan hal yang didambakan namun ada perihal lain berpotensi bisa menghambat, salah satunya perbandingan. Apalagi hari ini sering ditemui banyak orang sukses dan bahagia di layar ponsel atau media online.

Padahal tidak perlu untuk membandingkan diri bahwa belum bisa mencapainya, cukup percaya diri serta yakinkan bahwa kemampuan Sobat Lakuuu bisa menghadapi quarter life crisis agar hidup jadi lebih baik. Dengan menjadi diri sendiri, maka semuanya akan berjalan lancar.

2.
 Menyadari Fase Normal sebagai Media Bertahan Hidup

Ternyata bukan hanya dialami oleh anak muda di Indonesia saja, namun 86% mengalami hal serupa sehingga tidak perlu takut akan kegagalan ataupun penderitaan. Adapun kiatnya memaksimalkan diri bahwa semua orang berhak berjuang dalam hidupnya masing-masing.

Meskipun tidak sampai pada titik fatal, namun perihal tersebut perlu adanya penanggulangan secara masif. Sehingga dapat membantu para anak muda dan sebagainya bisa keluar dari jeratan demikian.

Namun, tidak jarang akan sulit sekali ketika tanpa dukungan secara moril maupun pendampingan secara berkala. Itu sebabnya banyak sekali volunteer atau komunitas yang mempedulikan problema ini.

3.
 Bertindak Kompetitif, Namun Sabar akan Prosesnya

Bisa dibilang usia muda antara 20-an seringkali menganggap bahwa hidup ini adalah perlombaan, dimana banyak sekali persaingan di antara generasi milenial yang sering terlihat di linimasa maupun media online. Tentu ini jadi pandangan menarik dan menggelitik bagi umum.

Namun, itu semua bisa menyebabkan adanya overthinking tidak sanggup mengalahkan ataupun rasa minder berlebihan. Akibatnya, banyak orang mengatakan pesimis, tidak percaya diri dan sebagainya. Padahal kehidupan tidak segalak apa yang ada di dalam pikiran.

Namun seiring berjalannya waktu, nantinya akan menemukan buah manis ketika mampu bertahan dengan rasa sabar secara konsisten. Terus berproses apapun hasilnya, ketika dapat menghasilkan sesuatu maka cobalah untuk berbagi.

Kemudian, cara menghadapi quarter life crisis terunik adalah bahagia atas diri sendiri. Selalu yakin dan berpikir positif, serta mampu memahami orang lain dengan krisis jatidiri butuh uluran tangan. Ucapkan syukur bahwa manusia berhak berproses menuju lebih baik.