Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Inspirasi

8 Hal Ini Wajib Dihindari Saat Desain Website

by Lakuuu 11 November 2021

hal-yang-dihindari-saat-desain-website
Tidak hanya digunakan sebagai tepat berlangsungnya transaksi, website juga difungsikan sebagai tempat sarana informasi, serta membantu menyebarluaskan brand awareness perusahaan ke target market yang lebih luas lagi.

Semakin baik tampilan dan performa dari website, calon pembeli tidak akan ragu lagi untuk menciptakan transaksi. Tentu saja, dengan tampilan yang meyakinkan dan navigasi yang baik, akan membuat calon pembeli semakin tertarik untuk menciptakan transaksi.

Lantas, bagaimana cara membuat website yang baik itu? Apa saja hal-hal yang perlu dihindari dalam mendesain website? Berikut informasinya untuk Sobat Lakuuu.

1. Navigasi yang buruk

Coba bayangkan saat Sobat Lakuuu masuk ke dalam suatu website, kemudian melihat navigasi nya sangat berantakan dan bikin frustrasi. Apa yang akan Sobat Lakuuu lakukan setelahnya? Rasanya ingin cepat-cepat pergi meninggalkan website, bukan?

Pengunjung mengakses website hanya karena satu hal, yaitu mencari sebuah informasi atau membutuhkan bantuan dalam menyelesaikan masalahnya.

Jika perusahaan buruk dalam mendesain navigasi website, maka yang terjadi adalah tingkat visitors yang mengalami penurunan, yang berujung pada website perusahaan tidak direkomendasikan lagi, dan menjadi sorotan di dalam mesin pencarian.

Akan menjadi lain ceritanya, jika Sobat Lakuuu mendesain website dengan navigasi yang baik dan sederhana, yang membuat pengunjung lama untuk menghabiskan waktu di dalam website, yang meningkatkan jumlah visitors datang berkunjung.

2. Kurangnya CTA

Kesalahan yang sering dan umum dijumpai saat mendesain sebuah website bisnis perusahaan adalah terlalu banyak kalimat-kalimat yang berbelit, tanpa diakhiri CTA yang jelas, atau bahkan tidak mengandung call-to-action sama sekali.

Kembali lagi, tujuan dari adanya website tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menciptakan engagement, bisa seperti share post, comment, atau melakukan pembelian.

Memang, mendatangkan banyak pengunjung ke website masuk ke dalam prioritas, namun jangan lupa, bahwa website berfungsi sebagai media target market untuk melakukan suatu tindakan yang memberikan keuntungan terhadap perusahaan.

3. Pengaturan warna yang buruk

Sobat Lakuuu, jangan pernah mengombinasikan warna yang tidak sedap dipandang oleh mata, karena faktanya, warna memegang kendali psikologi seseorang untuk menilai, dan mengambil tindakan.

Cobalah untuk mengatur kombinasi warna, serta kontras antara latar belakang dengan tulisan atau teks, sehingga kalimat yang tertera dapat dengan mudah dibaca.

4. Tidak memiliki pilar konten

Niche adalah target market yang spesifik yang memiliki suatu masalah yang harus diselesaikan. Di sinilah peran Sobat Lakuuu untuk memberikan solusi atas permasalahan mereka dalam bentuk konten yang baik dan berkualitas, serta tentu saja masih relevan dengan produk atau jasa yang dijual.

Cobalah untuk membuat satu pilar konten yang masing-masing terdiri dari lima topik yang masih berhubungan dengan visi misi, serta produk yang dijual.

5. Tampilan yang bikin pusing

Sekarang, ubah sudut pandang Sobat Lakuuu menjadi seorang visitors di website yang sudah dibuat. Nilailah bagaimana penampilan website. Apakah tampilannya membuat Sobat Lakuuu bingung? Apakah ada ruang untuk di-improvisasi?

Selalu hindari tampilan website yang berantakan dan mengganggu mata. Banyak website perusahaan yang menjejalkan terlalu banyak iklan produk nya, sampai-sampai lupa dengan kenyamanan mata visitors.

6. Warna link tidak berubah saat sudah dikunjungi

Nampaknya, hal ini sangat sepele dan bukan suatu “permasalahan” yang besar. Tapi, faktanya, banyak pengunjung yang merasa terganggu dengan tidak berubahnya warna link setelah dikunjungi. Para pengunjung umumnya ingin menghindari membuka page yang sama yang mungkin tidak sengaja.

Maka dari itu, pertimbangkan sekali lagi untuk mengatur hal di atas agar pengunjung tidak merasa kesal, dan menurunkan pengalamannya berselancar di website milik Sobat Lakuuu.

7. Jangan seperti iklan

Tidak ada yang salah dengan hal ini, namun pengunjung juga akan lama-lama merasa jenuh karena website yang mereka kunjungi tampak seperti iklan, dan memaksa mereka untuk melakukan transaksi.

Jika Sobat Lakuuu membuat konten di dalam website, cobalah menerapkan metode soft selling. Ini akan membuat keseluruhan citra website terlihat lebih profesional, dan calon pembeli pun akan dengan suka rela membeli atau menggunakan produk/jasa Sobat Lakuuu.

8. Tidak memenuhi kebutuhan pengunjung

Selalu ingat dalam mendesain website, tempatkan diri Sobat Lakuuu sebagai pengunjung. Apa yang harus ada di dalam website, agar memenuhi kebutuhan pengunjung.

Jangan sampai, pengunjung justru dibuat tidak nyaman dan stres, hanya karena kebutuhan yang seharusnya ada di dalam website, justru tidak ada.