Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Inspirasi

10 Hal yang Wajib Diperhatikan Saat Interview Kerja

by Lakuuu 3 November 2021

interview-kerja
Selain menyiapkan mental dan kondisi fisik yang prima, ada hal penting lainnya yang harus diperhatikan saat interview kerja. Apa saja hal itu? Berikut informasinya khusus untuk Sobat Lakuuu.

Perhatikan 10 Hal ini Agar Lolos Interview Kerja


Agar menarik perhatian para recruiter, berikut 10 hal yang wajib diketahui oleh para pencari kerja saat melakukan interview kerja.

1. Penampilan adalah penilaian utama

Memaksimalkan penampilan merupakan langkah pertama yang harus dilakukan. Jika diundang interview kerja, tanyakan kepada pihak HRD, apa dress code atau style penampilan yang harus digunakan? Apakah smart-casual atau formal?

Bagi pria, jangan lupa untuk menggunakan pomade atau wax rambut agar penampilan semakin klimis. Sedangkan,bagi kaum Hawa, menggunakan make up yang natural dengan aksesoris minimalis dapat membuat penampilan terlihat lebih segar.

Dengan grooming yang baik, kesempatan memperoleh pekerjaan akan jauh lebih besar.

2. Perbaiki postur duduk

Jangan menyender ke kursi atau membungkuk saat diajak berbicara dengan recruiter. Sedangkan, postur duduk yang terlalu condong ke depan juga akan memberikan kesan yang sombong dan angkuh.

Postur duduk terbaik saat interview kerja adalah duduk tegak lurus, dengan kaki yang tidak disilangkan, serta posisi wajah yang lurus menghadap lawan bicara.

3. Fokus pada apa yang menjadi kelebihan diri

Ini merupakan waktu yang tepat untuk “menjual” diri dengan menyebutkan kelebihan-kelebihan yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar.

Sebutkan bagaimana kelebihan yang dimiliki tersebut, mampu memberikan dampak yang luar biasa bagi pekerjaan, serta orang-orang disekitar.

Tapi, ingat! Jangan sampai kelebihan-kelebihan tersebut berubah menjadi rasa angkuh dan sombong. Sang recruiter pasti akan bisa merasakan, bahwa interviewer sedang berusaha untuk menyombongkan diri.

4. Bangun pembicaraan yang interaktif

Sering kali, kegiatan interview hanya didominasi oleh satu orang saja. Sang recruiter yang memberikan penjelasan panjang mengenai visi misi perusahaan, produk atau jasa perusahaan, dan lain sebagainya, tanpa memberikan ruang bertanya kepada interviewer.

Di sisi lain, interviewer juga nampak tidak ada keinginan untuk memberikan pertanyaan kepada pencari kerja.

Membangun pembicaraan yang interaktif akan mempererat hubungan antara recruiter dan interviewer, sehingga nantinya kedua belah pihak dapat memahami tujuan masing-masing, dan memperluas kesempatan bagi interviewer untuk masuk ke tahap selanjutnya.

5. Berbicara dengan intonasi dan pelafalan yang baik

Adakalanya, karena saking gugupnya, banyak interviewer yang berbicara dengan cepat, serta dengan pelafalan yang sulit untuk didengar dan dipahami.

Tentu saja, hal di atas akan menurunkan kredibilitas, dan membuat pencari kerja enggan untuk mengundang kembali ke interview selanjutnya.

Berbicaralah dengan perlahan. Caranya adalah untuk menarik nafas panjang, kemudian hembuskan perlahan. Lakukan hal ini sampai rasa gugup tersebut hilang.

Jaga intonasi dan pelafalan agar tetap mudah didengar dan dipahami oleh recruiter, agar interview berjalan lancar. 

6. Harus percaya diri, angkuh jangan!

Percaya diri adalah hal yang utama yang harus dimiliki, agar terlihat lebih berwibawa, dan mampu menjawab semua pertanyaan dari recruiter dengan baik.

Tapi, perlu diingat! Ada kalanya rasa percaya diri yang berlebih dapat memberikan kesan yang angkuh, dan sombong kepada recruiter.

7. Jangan lupa untuk tersenyum

Senyum merupakan salah satu bahasa tubuh yang memberikan kehangatan, dan keterbukaan bagi orang yang dituju. Tersenyum juga membuat seseorang merasa lebih dihargai.

Saat melakukan interview kerja, cobalah untuk tersenyum kepada recruiter setiap ada kesempatan. Tertawa dengan lelucon dari recruiter atau bahkan menyambung lawakannya, mampu mencairkan suasana yang dingin dan menegangkan.

8. Jangan kehilangan kontak mata

Bagaimana rasanya, jika sedang berbicara, namun orang yang diajak berbicara tidak fokus dan hanya memandang ke arah lain? Tidak menyenangkan, bukan?

Sama seperti di atas, usahakan untuk menjaga kontak mata dengan sang recruiter. Sesekali boleh melihat ke arah lain, dengan catatan saat Sobat Lakuuu sedang berbicara atau menjelaskan sesuatu.

Saat recruiter bertanya atau menjelaskan suatu hal, cobalah untuk tetap menatapnya, agar HRD merasa dihargai.

9. Berpikir dua kali sebelum menjawab

Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan dari HRD. Biasanya, HRD yang berpengalaman memiliki taktik atau strategi sendiri untuk membuat interviewer nya “kemakan omongannya sendiri”.

Tipsnya adalah tarik nafas dan hembuskan perlahan, pikirkan apa yang ingin diucapkan, kemudian ungkapkan dengan berhati-hati menggunakan intonasi yang stabil, serta tidak terburu-buru.

10. Bertanya jika dipersilahkan

Sobat Lakuuu sudah mulai keringat dingin dari tadi, tidak sabar untuk keluar dari ruang interview. Saat HRD menanyakan “apakah ada pertanyaan?”, dengan cepat Sobat Lakuuu menjawab “tidak ada”.

Padalah, recruiter berharap, setelah panjang lebar menjelaskan perusahaan tempatnya kerjanya, interviewer setidaknya menanyakan beberapa hal teknis atau hal lain yang berhubungan dengan ruang lingkup pekerjaannya.

Cari tahu perusahaan tersebut, bagaimana budaya kerja nya, tanyakan program-program yang mereka jalankan, dan jika memungkinkan, tanyakan kepada recruiter alasan bekerja di perusahaan tersebut.