Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Inspirasi

Bagi Kamu yang Merasa Salah Jurusan, Ini Kisah Inspiratif Subway

by Lakuuu 12 March 2022

kisah-inspiratif-subway
Source: Sweetrip.id



Bagi kamu yang merasa salah jurusan maka tidak boleh begitu saja menyerah terhadap keadaan. Masih ada berbagai hal lain bisa dilakukan serta memberikan peluang menarik di masa mendatang.


Tidak perlu diragukan lagi, ada banyak hal menarik dilakukan tidak hanya berfokus pada satu jurusan saja. Seperti kisah milik pemilik, subway siapa sangka jika pemiliknya merupakan ahli fisika nuklir dahulunya.


Meskipun begitu, ia handal dalam membuat roti sandwich dengan berbagai isian disukai oleh konsumen. Maka dari itu, tidak heran jika makanan disajikan selalu laris manis di jagat raya hingga sekarang.


Untuk sandwich sendiri telah berubah menjadi salah satu makanan yang disajikan dengan konsep restoran cepat saji. Tidak heran jika pengelolaan juga telah menggurita sehingga memiliki banyak cabang.


Bahkan hingga untuk skala internasional telah terdapat berbagai cabang di seluruh dunia. Maka dari itu, tidak heran jika mereka merupakan salah satu bisnis makanan sukses pada masa sekarang.


Hal tersebut, berawal dari pertemuan antara ahli fisika Peter Buck, dengan Federick DeLuca ketika masih menjadi mahasiswa. Untuk DeLuca sendiri berada pada jurusan kedokteran pada masa menjadi mahasiswa ini.


Dirinya menyadari jika uang dimiliki, tidak cukup banyak ketika digunakan dalam pembiayaan kuliah dilakukan. Maka dari itu, jika Sobat Lakuuu merasa salah jurusan maka harus memahami petualangan kedua teman ini.


Dilansir dari New York Times, pada masa kecil DeLuca sendiri banyak dihabiskan pada wilayah Bronx, New York City. Dengan pekerjaan ayah pada sebuah pabrik, ia dan keluarga berpindah ke Schenectady.


Kisah Inspiratif Subway Sukses Bagi Mahasiswa Merasa Salah Jurusan



Setelah DeLuka lulus dari Central High School pada tahun 1965 lalu. Dirinya kemudian juga mulai bekerja keras dengan bekerja pada toko perangkat keras dalam mengumpulkan dana mengejar impian menjadi dokter.


Dirinya, ingin belajar pada bidang kedokteran di masa tersebut. Ketika mengetahui jika gaji didapatkan tidak mencakup kebutuhan kuliah nantinya dibayarkan, maka ia harus mempersiapkan lebih banyak dana lagi.


Kemudian ketika berusia 17 tahun, kemudian DeLuca terpaksa melakukan alternatif lain untuk pembiayaan sekolah. Dirinya kemudian melakukan percakapan bersama dengan teman, keluarga serta Buck tersebut.


Bagi mahasiswa yang merasa salah jurusan dapat mencontoh kisah inspiratif ini. Di mana DeLuca kemudian mulai mencari cara lain agar mendapatkan penghasilan lebih banyak hingga menuju kesuksesannya sekarang.


Jalan dari sang mahasiswa kedokteran serta fisikawan tersebut, akhirnya berubah menjadi sebuah kesuksesan. Dengan mengubah satu toko sandwich dimiliki menjadi raksasa dalam sajian makanan cepat saji.


Hanya dengan menggunakan awal sederhana saja, mereka bisa melakukan usaha luar biasanya. Menggunakan satu toko, kemudian bisa merambah hingga jangkauan di skala perdagangan secara luas hingga internasional.


Awal Mula Usaha Antara Buck dan DeLuca



Pada awalnya, saran diberikan oleh Buck adalah dengan membuka toko sandwich kapal selam. Ia juga memberikan suntikan dana berupa investasi sebesar US dolar 1.000 (sekitar Rp 14 Juta jika dirupiahkan).


Ini dilakukan dalam pembuatan bisnis bersama antara keduanya. Jadi Sobat Lakuuu juga tidak boleh menyerah dan merasa salah jurusan karena harus tetap optimis, salah satunya dengan bekerja sama dengan teman lainnya.


Pada tahun 1965 tersebut, keduanya mulai melakukan kesepakatan pembuatan usaha ini. mereka menjalankan toko dari sandwich kapal selam hingga menjadi restoran kapal selam terbesar serta terpanjang di dunia.


Maka dari itu, tidak heran jika kesuksesan mereka telah mendunia hingga saat ini. Tidak perlu diragukan lagi, masalah kualitas selalu dijaga oleh pihak dari pengusaha, sehingga tidak perlu memiliki kekhawatiran.


Keduanya juga telah menjadi pendiri untuk “Pete’s Super Submarines” berlokasi daerah Bridgeport, Connecticut. Pada toko, menjual hingga lebih dari 300 macam sandwich telah disajikan dengan harga kisaran 46 – 69 sen.


Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, namanya kemudian berubah menjadi Subway tahun 1968. Pendiri kemudian mulai memberikan dorongan pertumbuhan terhadap waralaba didirikan dengan membiarkan orang lain membuka usaha.


Memberikan kesempatan kepada orang lain membuka usaha Subway melalui proses waralaba dilakukan. Hal tersebut, memberikan imbalan berupa biaya harus dikeluarkan oleh orang yang membuka toko tersebut.


Merasa Salah Jurusan Bukan Menjadi Kendala



Dengan melihat kekayaan dimiliki oleh usaha Subway tersebut. Dikeluarkan oleh majalah Forbes, jika untuk kekayaan bersih milik DeLuca sendiri pada tahun 2015 lalu hingga mencapai US dolar 3,5 miliar.


Ia menjadi salah satu orang dengan skala individu terkaya wilayah Amerika Serikat (AS) urutan ke 259. Melakukan bidang bertentangan atau tidak memiliki hubungan terhadap jurusan kuliah diambil bukan merupakan masalah.


Melihat kisah dimiliki oleh pemilik Subway tersebut, membuka pikiran banyak orang semakin terbuka. Tidak harus melakukan pekerjaan sesuai terhadap jurusan dimiliki, nyatanya tetap dapat memberikan penghasilan besar nantinya.


Maka dari itu, tidak perlu merasa kebingungan maupun kesulitan ketika nantinya mulai membuka usaha berbeda dengan jurusan. Karena meskipun merasa salah jurusan tetap terdapat peluang untuk digunakan sebagai penghasilan.