Instagram icon Whatsapp icon Facebook icon Linkedin icon
Tips & Trik

5 Tips Wajib Untuk Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Selama WFH!

by Lakuuu 12 November 2021

menjaga-kesehatan-fisik-dan-mental
Bekerja dari rumah atau yang biasa dikenal sebagai WFH mungkin terdengar menyenangkan. Bisa bekerja dari rumah, tanpa harus repot-repot berkendara ke kantor, bisa beristirahat dengan tenang, hingga nyemil makanan dan minuman tanpa harus kucing-kucingan dengan bos.

Tapi, tunggu! Walau terdengar asyik, sebenarnya Work from Home juga sama melelahkannya dengan bekerja dari kantor, terlebih jika Sobat Lakuuu sudah berkeluarga dan memiliki anak yang butuh perhatian lebih.

Lantas, bagaimana caranya agar tetap menjaga kesehatan fisik dan mental selama WFH? Berikut informasinya khusus untuk Sobat Lakuuu.

5 Tips Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik Selama WFH

1. Olahraga secara rutin

Pandemi bukanlah sebuah alasan untuk Sobat Lakuuu tidak berolahraga. Lakukan olahraga ringan 25 sampai 30 menit secara rutin per-minggunya agar tetap membuat tubuh bergerak, sehat dan bugar.

Tidak hanya berpengaruh pada rileks nya otot-otot, olahraga juga sangat bermanfaat agar tetap memperkuat dan menyehatkan mental seseorang.

Adapun manfaat yang akan dirasakan bagi seseorang yang rutin berolahraga adalah meredakan kecemasan, meningkatkan konsentrasi dan fokus, memperbaiki suasana hati, hingga meningkatkan rasa percaya diri.

2. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayur

Tidak hanya bermanfaat untuk membentuk daya tahan tubuh, mengonsumsi buah-buahan dan sayur-mayur nyatanya sangat ampuh untuk membantu menyehatkan fisik dan mental seseorang.

Hal di atas didukung oleh sebuah penelitian dari Warsaw University of Life Sciences pada tahun 2020 yang mengatakan, jika mengonsumsi buah dan sayur memiliki pengaruh yang positif bagi kesehatan mental seseorang.  

Selipkan sayur-mayur dalam porsi makan Sobat Lakuuu, kemudian usahakan untuk mengonsumsi buah-buahan sebagai camilan sehat atau dibikin varian lain, seperti smoothies atau healthy bowl.

3. Jangan lupa untuk melakukan hobi

Hobi merupakan penyalur stres yang baik. Kegiatan tersebut tidak membuat seseorang merasa lelah, justru sebaliknya, mengerjakan hobi dapat membuat seseorang jauh lebih baik dan segar, baik secara fisik maupun mental.

Jadi, setelah mengerjakan seluruh rangkaian kegiatan meeting atau rutinitas kerja selama WFH, luangkan waktu untuk mengerjakan hobi yang Sobat Lakuuu sukai. Mulai dari berkebun, menulis, melukis, atau bahkan fotografi sekalipun.

Hobi adalah stress release, sehingga jika Sobat Lakuuu merasa stres dengan pekerjaan, tak ada salahnya untuk berhenti sejenak dan melakukan hobi yang mungkin selama ini tidak pernah dilakukan lagi karena jadwal dan kesibukan yang padat.

4. Tidur malam yang cukup

Ada banyak kondisi negatif yang menghantui seseorang jika kurang tidur di malam hari, mulai dari kurangnya kemampuan dalam mengontrol emosi, menurunnya kemampuan kognitif dan fungsi otak. Hal-hal tersebut secara langsung akan berdampak pada kesehatan fisik dan juga mental.

Tubuh menjadi cepat lelah, dan pikiran menjadi stres. Walau sedang WFH, bukan berarti Sobat Lakuuu memiliki jadwal tidur malam yang singkat, ya!

Istirahat malam yang cukup nyatanya sangat baik untuk tidak meningkatkan fungsi otak, tetapi juga meningkatkan mood dan semangat, sehingga dapat beraktifitas dengan baik di siang hari.

5. Seimbangkan work-life balance

Hal terakhir sekaligus hal yang sangat perlu diperhatikan adalah menyeimbangkan work-life balance. Sobat Lakuuu harus disiplin dalam membatasi, antara urusan pekerjaan dengan kehidupan rumah.

Namun, hal di atas yang membuat WFH terasa sangat stressful, mengingat garis pemisah di antara keduanya kian buram.

Dilansir The American Health Information Management Association, memiliki batas-batas waktu saat WFH harus dilakukan, yaitu antara waktu bekerja dengan waktu saat benar-benar hadir di rumah.

Hal yang bisa Sobat Lakuuu lakukan adalah menerapkan blocking method, yaitu sebuah metode blocking waktu yang dipisah berdasarkan waktu dan lamanya mengerjakan suatu pekerjaan tersebut. Hal ini juga termasuk urusan rumah dan durasi istirahat.

Dengan demikian, batas antara pekerjaan dan urusan rumah menjadi kian lebih jelas, dan work-life balance pun menjadi sempurna.